Tampilkan postingan dengan label Jawa timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa timur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 April 2012

Perawat Cabuli Pasien Saat Berobat di Rumah postheadericon

TRIBUNJOGJA.COM, SAMPANG - Sustyanto (37), perawat yang juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, Jawa Timur didakwa pasal berlapis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sampang, Selasa (18/04/2012). Sustyanto didakwa melecehkan UH (14), siswi salah satu madrasah di Desa Sogihan, Kecamatan Omben, Sampang.

Pasal yang didakwakan kepada Sustyanto, masing-masing pasal pencabulan ayat 82, UU No.23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun atau denda sebesar Rp 300 juta dan Pasal 80 tentang kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan terhadap anak di bawah umur, dengan ancaman hukuman kurungan selama 3 tahun 6 bulan, atau denda sebesar Rp 72 juta.

Sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan itu, diikuti terdakwa dengan berbaju seragam PNS lengkap. Sidang berlangsung tertutup dan cukup singkat.

Saat keluar ruang sidang, Susyanto terus menutupi wajahnya agar tak terlihat dari warga yang melihat jalannya persidangan hingga selesai. Hufron, kuasa hukum Sustyanto, mengaku keberatan terhadap dakwaan yang dijatuhkan kepada kliennya.

"Kami akan melakukan eksepsi pada sidang kedua yang rencanaya akan di lanjutkan minggu depan," ungkap Hufron.

Kasus pencabulan yang dilakukan Sustyanto terhadap UH terjadi di rumah terdakwa pada Desember 2011 lalu. Saat itu korban berobat di kediaman tersangka karena sakit perut.

Korban yang datang sendirian kemudian diminta membuka bajunya. Karena tak tahan melihat kemolekan tubuh korban, tersangka kemudian mencabuli korban.

Kejadian itu diketahui oleh keluarga korban setelah korban mengadu kepada orang tuanya. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polres Sampang, hingga kini masuk babak persidangan di kantor PN Sampang. (*)

Jumat, 13 April 2012

Sumbangan Nenek Kentrung Terkumpul Rp23,5 Jt postheadericon

VIVAnews - Sejak 5 Maret 2012 hingga Jumat 13 April 2012, dana yang terkumpul untuk tiga nenek pemain musik kentrung, musik tabuh tradisional Jawa Timur, mencapai Rp23,564 juta. Tiga nenek renta yang masih bersemangat melestarikan budaya itu adalah Suratih (90), Wiji (70), dan Satri (70).

Kondisi mata yang buta tidak menghalangi Suratih dan dua sahabatnya yang tinggal di Desa Mbatih, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menabuh kentrung.

Sayang musik kentrung kini kian jarang terdengar. Warga kini sudah jarang yang mau menanggap kentrung. Padahal dari kentrung mereka menggantungkan hidup.

Untuk menghargai semangat para Srikandi ini, VIVAnews sejak sebulan lalu berinisiatif membuka sumbangan untuk mereka yang akan ditutup pada 19 April 2012. Uang yang terkumpul akan diberikan kepada yang bersangkutan tepat di Hari Kartini 21 April mendatang. Di bawah ini adalah daftar pembaca yang tergerak hatinya.

Rabu, 19 Oktober 2011

Duh .. Si Kecil Fauzan Tewas Tertembak postheadericon

Ilustrasi (Foto: Doc)

PASURUAN (KRjogja.com) - Sungguh tragis apa yang dialami M Fauzan. Bocah 8 tahun ini harus meregang nyawa setelah tertembak senapan angin oleh teman sebayanya.

Peristiwa tersebut terjadi saat MB (8) bermain dengan Fauzan di depan toko milik ayahnya. Insiden ini berawal saat Khoiron (40), ayah MB, mengisi amunisi gotri dan memompa senapan angin miliknya untuk menembak burung di sekitar rumahnya.

Namun saat itu, ada orang beli kebutuhan sembako di toko milik Khoiron. Karena ada pembeli, senapan itu diletakan di belakang almari dan posisinya di balai rumah.

Tidak disangka, senapan angin ukuran 4,5 inci itu diambil oleh MB dan dibuat mainan oleh korban di depan tokonya tanpa sepengetahuan ayahnya.

Senjata itu dibuat tembak-tembakan dan diarahkan ke tubuh korban.

Nahasnya, pelatuk senjata ditekan oleh MB dan peluru itu mengenai dada sebelah kanan Fauzan hingga tersungkur dan tak sadarkan diri. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Masyitoh, Bangil.

Tapi dalam perjalanannya korban mengembuskan napas terakhirnya. Mendengar kejadian ini, keluarga korban syok dan warga desa gempar.

Saat ditemui wartawan, Khoiron mengaku menyesalkan insiden tersebut. Sebab sudah berulang kali dia memperingatkan anaknya jangan mainan dengan senapan karena berbahaya. Meski begitu, senapan tersebut tetap dibuat mainan juga.

Sementara itu Kapolsek Sukorejo AKP Bambang Hendri mengatakan akan terus menyelidiki kasus ini. Sedangkan pelaku serta barang bukti seperti senapan angin diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut terkait aksi penembakan ini. (Ant/Yan)

Selasa, 11 Oktober 2011

Video Siswi SMA Duel Gegerkan Tulungagung postheadericon

Ilustrasi. (Foto : Dok)

TULUNGAGUNG (KRjogja.com) - Sebuah video berdurasi pendek yang memperlihatkan adegan kekerasan antara dua orang siswi sekolah menengah (SMA) beredar di Kabupaten Tulungagung. Dalam film berdurasi 2 menit 51 detik tersebut mempertontonkan dua orang remaja putri yang masih berpakaian seragam sekolah saling pukul, menjambak rambut dan membanting.

Ironisnya, saat adu fisik berlangsung sejumlah pelajar yang berada tak jauh dari lokasi perkelahian malah bersorak sorai. Tidak ada satu pun yang berniat melerai pertengkaran tersebut. Justru terkesan keduanya sengaja diadu. Diduga, pada saat perkelahian berlangsung salah seorang penonton mengabadikan (merekam) dengan kamera ponsel dan menyebarkanya.

“Hampir semua orang melihat video perkelahian ini,” tutur Ahmad salah seorang tukang parkir di sekitar alun-alun Kota Tulungagung. Peristiwa tersebut diduga berlangsung pada siang hari. Gelanggang perkelahian itu diduga di sekitar alun-alun, depan kantor DPRD.

Melihat seragam yang dikenakan, salah seorang pelajar yang berkelahi diduga berasal dari SMK Negeri 2 Boyolangu. Sedangkan rivalnya diduga warga SMA Katolik Santo Aquino Kota Tulungagung. Pertengkaran dimulai dari adu mulut yang kemudian meningkat menjadi saling serang secara fisik.

Kedua remaja putri itu masing-masing memiliki suporter yang saling berteriak memberikan dukunganya. Tayangan video itu selesai saat perkelahian masih berlangsung. “Sepertinya perekamnya memang merekamnya sampai adegan itu,“ terang Ahmad yang mengaku tidak melihat peristiwa tersebut secara langsung.

Pihak SMKN 2 Boyolangu ketika dikonfirmasi tidak bersedia ditemui. Namun, salah seorang guru membenarkan bahwa salah seorang siswi yang berkelahi merupakan anak didiknya. “Masalah ini sudah diselesaikan secara internal. Kita juga sudah menghubungi kepala sekolah yang menjadi lawan dalam video tersebut,” ujarnya singkat.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Bambang Setyo Sukarjono mengaku belum mendengar adanya video perkelahian pelajar putrid Tulungagung. Kendati demikian, pihaknya berjanji akan mempelajari permasalahan yang ada, termasuk berencana memanggil kepala sekolah masing-masing. “Kita juga akan memastikan apakah itu memang anak didik kita atau bukan,” ujarnya. (Van)

Selasa, 08 Maret 2011

Warga Hadang Rencana Pengeboran Lapindo postheadericon

ilustrasi (Foto: doc)
SIDOARJO (KRjogja.com) - Perwakilan korban luapan lumpur Lapindo berunjuk rasa menolak rencana pengeboran sumur gas baru di Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.

Perwakilan warga, Selasa (8/3) siang, berunjuk rasa menolak rencana pengeboran gas yang akan dilakukan pada Juni mendatang.

Pengeboran gas rencananya akan dilakukan Lapindo di lima titik di sekitar Desa Kalidawir, Tanggulangin. Sebelumnya warga Desa Kalidawir sudah menolak rencana pengeboran tersebut.

Warga berdemonstrasi dengan menutup mulut dan membawa sejumlah poster yang berisi penolakan pengeboran gas lanjutan Lapindo Brantas di Sidoarjo.

Mereka khawatir dengan pengalaman bencana di Porong, sehingga mendesak Lapindo untuk tidak melakukan pengeboran ulang lagi.

“Dari pengalaman semburan lumpur Lapindo, kami menolak pengeboran lagi,” tegas Zainul Arifin, perwakilan korban di lokasi unjuk rasa, Selasa (8/3).

Sementara itu, terkait aksi penolakan rencana pengeboran gas di Desa Kalidawir, Lapindo tetap berharap agar masyarakat tidak khawatir dan trauma akan terjadi bencana lumpur lapindo untuk kedua kalinya.

Humas Lapindo Diaz Roichan menuturkan Lapindo menjanjikan pengeboran gas di lima titik di wilayah Tanggulangin akan lebih aman. “Kedalaman lebih kecil dibanding pengeboran di sumur Banjarpanji 1 yang berakibat munculnya semburan lumpur,” jelas Diaz.. (Okz/Yan)

Sabtu, 04 Desember 2010

Polisi Pastikan Pengusutan Video Mesum Guru Berlanjut postheadericon

REPUBLIKA.CO.ID, PAMEKASAN--Aparat kepolisian dari jajaran Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur, memastikan proses penyidikan terhadap oknum guru pemeran video mesum asal Desa/Kecamatan Pakong terus berlanjut, meski keduanya telah menikah. "Tidak ada penghentian, polisi akan tetap melanjutkan penyidikan kasus ini," kata Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Mohammad Nur Amin, Sabtu (4/12).

Ia menjelaskan, meski pemeran video mesum itu kini keduanya telah menikah, namun mereka tetap terjerat hukum, karena telah memproduksi dan membuat video porno hingga akhirnya menyebar ke masyarakat luas, bahkan termasuk kalangan pelajar. "Yang kami persoalkan bukan menikah atau tidaknya, namun pembutan video pornonya itu," kata Nur Amin menegaskan.

Pernyataan Kasat Reskrim Polres Pamekasan AKP Mohammad Nur Amin disampaikan menyusul protes dari keluarga pemeran video porno yang menyatakan keberadaan video tersebut tidak perlu diproses hukum karena keduanya kini telah menikah dan sudah menjadi pasangan sah sebagai suami-istri. Menurut Nur Amin, polisi juga akan menahan kedua pemeran video mesum tersebut, karena pasal yang dikenakan terhadap keduanya memang layak untuk ditahan, yakni Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

"Di pasal itu disebutkan bahwa setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi terancam hukuman pidana," katanya.

Menurut Mohammad Nur Amin, ancaman hukuman minimal bagi pembuat video porno tersebut paling singkat enam bulan dan paling lama 12 tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp250 juta dan paling banyak Rp6 miliar. "Nah, ancaman di atas lima tahun ini bisa dilakukan penahanan," kata Nur Amin menjelaskan.

Selain karena ketentuan dimaksud, upaya penahanan yang dilakukan polisi juga atas pertimbangan kemaslahatan, yakni agar kedua pelaku tersebut bisa melakukan instropeksi diri dan tidak mengulangi perbuatannya. Apalagi, sambung dia, yang jelas akan menjadi korban dengan beredarnya video porno tersebut adalah kalangan pelajar dan para generasi masa depan bangsa.

Identitas kedua pemeran video mesum tersebut masing-masing berinisial Ern (24) seorang guru di salah satu lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Pakong dan Ahn (26, seorang bengkel motor di wilayah yang sama.
Kedua pasangan ini telah menikah pada Oktober 2010. Mereka membuat video mesum karena awalnya hubungan mereka tidak disetujui oleh orang tua Ern.

Video mesum yang dibuat oleh Ern dan Ahn ini pada September 2010, sebulan sebelum keduanya menjalani akad nikah. Kepada tim penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pamekasan, Ern, oknum guru PAUD di salah satu lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Pakong ini mengaku, membuat video porno tersebut untuk koleksi pribadi.

Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti mengapa video yang di dalamnya berisi adegan ranjang dengan suaminya itu menyebar hingga kepada masyarakat luas. Video buatan Ern dan Ahn ini berdurasi 8,5 menit dalam format MPEG dan direkam melalui camera candycam

Jumat, 03 Desember 2010

PNS dan Honorer Mesum Direkam Diam-diam postheadericon

BANGKALAN, KOMPAS.com – Video mesum amatir semakin marak saja di berabgai daerah. Kali ini, giliran di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Pelakunya bahkan diduga oknum oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Bangkalan. Rekaman yang berdurasi 3:59 menit ini diambil secara diam-diam melalui kamera ponsel.
Para pegawai di Bangkalan umumnya mengaku tidak tahu asal rekaman itu. Namun, jika dilihat dari latarnya, rekaman tersebut berlokasi di area rekreasi Mercusuar, Desa Ujung Piring, Bangkalan.
Dari video tersebut, tampak jelas wajah-wajah pasangan yang melakukan adegan seks oral itu. Dengan santai, pria yang ditengarai berinisial RD itu duduk di atas jok sepeda motor Honda Beat warna pink. Pria yang sudah beristri tersebut tidak sadar tindakannya direkam melalui kamera ponsel. Sedangkan pasangannya berinisial DL tampak sibuk.

Ketika wartawan SURYA menelisik ke lingkungan Pemkab Bangkalan di Jalan Soekarno Hatta, seorang PNS langsung yakin identitas pelakunya setelah melihat rekaman video tersebut.

“Itu adalah RD, PNS bagian keuangan Sekretariat Pemkab. Yang perempuan itu DL, THL (tenaga honorer lepas) di bagian humas dan protokol,” ungkap PNS yang juga bekerja di bagian humas dan protokol Kabupaten Bangkalan itu.

Terpisah, Wakil Bupati Bangkalan, Moh Syafik Rofii mengaku sudah mengetahui beredarnya video mesum tersebut. Namun, orang nomor dua di Bangkalan ini tampak sangat hati-hati dalam memberikan keterangan terkait tindakan asusila yang mencoreng nama baik Pemkab Bangkalan.

“Dari aspek kepegawaian masih dipelajari dulu. Nantinya akan ada pemanggilan untuk dimintai keterangan. Setelah itu Bupati (Fuad Amin) akan mengutus Sekda, BKD, atau inspektorat untuk mengurus permasalahan ini. Setelah itu, bupati yang akan menentukan langkah,” jelasnya yang mengaku sudah melihat sepintas rekaman tersebut.

Terpisah, KH Imam Buchori Cholil (biasa dipanggil Lora Imam), tokoh masyarakat sekaligus Ketua Dewan Syuro DPC PKNU Bangkalan menyesalkan peredaran video mesum itu. Menurutnya, Madura pada umumnya dan Bangkalan khususnya tercoreng dengan adanya video mesum tesebut.

“Bangkalan terkenal dengan nuansa agamis baik dari sisi kultur dan dari masyarakatnya. Secara moral kita tidak main-main dengan masalah ini,” tegasnya ketika dihubungi SURYA via ponsel.

Dalam pandangannya, masalah ini merupakan ujian atau pertaruhan bagi Pemkab Bangkalan sendiri. “Pemkab apakah akan benar-benar komitmen dalam menindaklanjuti masalah ini,” tuturnya.

Menurutnya, pelakunya harus ditindak secara hukum maupun secara struktural. “Biar ada efek jera bagi mereka. Dan setidaknya bisa menjadi peringatan bagi PNS yang lain,” imbuhnya.

Sekar Telkom Siapkan Demonstrasi Besar-Besaran postheadericon

SURABAYA--MICOM Serikat Karyawan PT Telekomunikasi Indonesia atau Sekar Telkom menyiapkan demo besar-besaran, sebagai tindak lanjut dari upaya menentang rencana merger Flexi dengan Esia.

Ketua Bidang Kesejahteraan, Iman, Budaya, dan Olahraga (Kesibo) DPP Sekar Telkom, Firman Gunawan, kepada wartawan di Surabaya, Jumat (3/12), mengatakan aksi itu sebagai kelanjutan dari demo yang sudah dilakukan di depan Istana Negara Jakarta akhir November lalu.

"Kami siap turun ke jalan menentang rencana merger itu dengan jumlah massa yang lebih besar. Kalau dengan 1.300 karyawan saat demo di Istana Negara, suara kami belum didengar, kami berencana turun ke jalan lagi," katanya.

Didampingi sejumlah pengurus Sekar Telkom Regional V Jatim, Firman mengemukakan anggota Sekar Telkom mencapai hampir 22 ribu karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Sebelum dewan direksi memastikan tidak akan ada merger Flexi dengan Esia, perjuangan kami juga tidak akan pernah berhenti. Bila perlu, kami akan melakukan pemogokan secara nasional," ujarnya.

Firman berharap sebelum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Telkom yang dijadwalkan berlangsung 17 Desember 2010, sudah ada pengumuman dari direksi yang melegakan seluruh karyawan BUMN telekomunikasi itu. Ia menambahkan pengurus Sekar Telkom telah beberapa kali melakukan negosiasi dan pembicaraan dengan direksi, namun belum mendapatkan hasil yang memuaskan.

"Suara dewan direksi terpecah. Ada direksi yang memang menginginkan merger, tapi ada juga direksi yang menolak rencana itu. Saya tidak perlu sebut siapa direksi yang setuju merger Flexi dengan Esia itu," tambah Firman.

Ia juga mengungkapkan rencana merger Flexi dengan salah satu anak perusahaan Bakrie Group itu sebenarnya merupakan agenda lama, karena sudah direncanakan sejak 2008, tetapi tidak banyak diketahui publik. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, isu merger Flexi dengan Esia menyeruak ke publik dan menjadi perhatian berbagai kalangan, hingga membuat karyawan Telkom gerah.

"Sekar Telkom menduga ada unsur politis di balik rencana merger tersebut. Telkom adalah aset negara dan kami menolak BUMN ini dijual ke pihak swasta," kata Firman Gunawan.

Flexi merupakan salah satu produk Telkom yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap perusahaan. Sejak diluncurkan tahun 2002, saat ini Flexi memiliki lebih dari 16 juta pelanggan dengan pendapatan pada 2009 mencapai lebih dari Rp3 triliun. (Ant/rn/OL-04)

Rabu, 17 November 2010

SBY Kurban 14 Sapi di Pacitan postheadericon

PACITAN (KRjogja.com) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta keluarganya menyumbangkan 14 ekor sapi kurban ke kampung halamannya di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Sebanyak 12 dari 14 ekor sapi itu telah didistribusikan ke-12 kecamatan di Kabupaten Pacitan.
Kakak sepupu Presiden SBY Soedjono mengatakan, sisanya dibagi masing-masing satu ekor diserahkan ke panitia kurban di pemkab serta satu ekor lagi atas nama Eddy Baskoro Yudhoyono disembelih di lingkungan rumah asal Presiden di Dukuh Blumbang, Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan. "Jumlah hewan kurban yang disumbangkan Presiden kali ini lebih banyak dibanding tahun lalu yang berjumah 12 ekor lembu dewasa," terang Soedjono di Pacitan, Rabu (17/11).
Tidak ada pesan khusus disertakan Presiden bersama penyerahan hewan kurban berupa 14 ekor sapi tersebut. Soedjono hanya mengatakan bahwa keluarga Presiden meminta agar hewan kurban tersebut dibagi rata ke 12 kecamatan, panitia kurban di tingkat kabupaten serta di lingkungan rumah masa kecil SBY.
"Hewan kurban sampai di Pacitan hari Minggu (15/11) dan langsung didistribusikan ke seluruh kecamatan. Sedangkan yang satu ekor sapi dari Eddy Baskoro disembelih di lingkungan sini," ujarnya.
Sementara itu, Kantor Kementarian Agama Pacitan masih mendata jumlah hewan kurban yang tersebar di seluruh penjuru wilayah tersebut. Namun berdasar data tahun-tahun sebelumnya, jumlah hewan kurban tahun 2009 cenderung meningkat dibanding tahun 2008.
Pada tahun 2009, jumlah hewan kurban tercatat sebanyak 6.597 ekor, terdiri atas 6.301 ekor kambing dan 296 ekor sapi. Jumlah tersebut naik dibanding jumlah hewan kurban tahun 2008 yang mencapai 6.533 ekor atau sebanyak 6.281 ekor kambing serta 252 ekor sapi.
"Sepertinya tahun ini juga meningkat. Tapi berapa jumlahnya, kami sekarang masih menunggu laporan dari daerah (kecamatan dan desa)," kata salah seorang petugas di Kementerian Agama Pacitan. (Ant/Van)

Praktek Gigolo Dibongkar Polisi postheadericon

SURABAYA (KRjogja.com) - Kepolisian Pelabuhan Tanjung Perak membongkar praktik prostitusi gigolo atau pria pekerja seks yang melibatkan anak laki-laki di bawah umur.

Seorang germo dan dua anak yang dijadikan pelayan bagi pelanggannya sudah diperiksa penyidik.

Mereka adalah AM (21), warga Semampir, sebagai germo, serta IWG (17) dan RST (18) sebagai gigolo.

"Status AM sudah kami tetapkan sebagai tersangka, sedangkan dua anak yang dijadikan alat untuk memuaskan tamunya sedang kami mintai keterangan," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Yuda Gustawan, Selasa (16/11) malam.

Kasus ini, kata dia, berbeda dengan kasus prostitusi pada umumnya. Jika biasanya yang menjadi anak buah germo adalah perempuan, maka kali ini anak buah adalah laki-laki.

IWG dan RST dijadikan anak buah tersangka sejak dua bulan lalu. Keduanya terperosok dan terjerumus oleh rayuan tersangka dengan iming-iming hasil menggiurkan.

Kedua anak buah tersebut masih tercatat sebagai siswa kelas XII di salah satu SMA di Surabaya. Mereka dipaksa melayani nafsu seks para pelanggan tersangka, baik yang terdiri dari tante-tante maupun om-om. AKBP Yuda menjelaskan, tersangka AM menjalankan aksinya dengan modal memasang iklan di salah satu koran lokal Surabaya.

Dengan berdalih menawarkan jasa pijat, pria yang memiliki dua nama samaran itu berhasil membujuk dua siswa untuk dijadikan anak buahnya.

"Setelah kedua siswa ini tertarik membaca iklan, mereka mendatangi tersangka. Namun ternyata kedua anak ini malah dibujuk untuk dijadikan gigolo. Untuk meyakinkannya, tersangka memberi penghasilan 50 persen untuk satu pelanggan," papar AKBP Yuda.

Pikiran yang labil membuat kedua siswa tersebut terpancing dan menerima tawaran. Dengan tarif Rp 200.000 hingga Rp 400.000 sekali main, hasilnya dibagi berdua dengan tersangka AM.

Beruntung polisi segera mengetahui adanya praktik melanggar hukum tersebut. Dengan modus berpura-pura sebagai pelanggan, polisi akhirnya berhasil meringkus AM di sebuah tempat di kawasan Jalan Ikan Duyung, Tanjung Perak.

"Untuk meyakinkan tersangka, kami membayarnya mahal, yakni sekitar Rp 800.000. Karena tergiur dengan uang itu, tersangka dapat kami ringkus setelah kami melakukan transaksi," tuturnya. (Ant/Yan)
 

Minggu, 12 September 2010

Tabrak Motor, Massa Bakar Bus Sumber Kencono postheadericon

Satu Tewas, Satu Luka

NGAWI - Kecelakaan maut mewarnai hari kedua Lebaran kemarin sore (11/9). Bus Sumber Kencono yang melaju kencang menabrak sebuah sepeda motor di Jalan Raya Ngawi-Magetan dan menewaskan seorang pengendaranya. Massa yang mengamuk lantas membakar bus tersebut hingga hangus.

Berdasar informasi yang dihimpun Radar Madiun (Jawa Pos Group), kecelakaan lalu lintas itu terjadi sekitar pukul 16.30 di Jalan Raya Ngawi-Magetan.

Tepatnya di Km 2-3 Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Saat itu Tarni, 17, mengendarai sepeda motor Yamaha Vega nopol AE 4181 JW. Warga Desa Klitik, Geneng, Ngawi, itu membonceng rekan sedesanya, Saroh, melaju dari arah selatan atau Madiun. Keduanya hendak berbelok ke kanan.

Tanpa disangka, dari arah belakang muncul bus Sumber Kencono bernopol W 7113 UY dengan kecepatan tinggi. Sopir diduga mengemudikan bus secara ugal-ugalan. Tanpa bisa dihindari, bus jurusan Surabaya-Jogjakarta tersebut menabrak motor dan dua pengendaranya.

Tarni tewas seketika dengan kondisi terluka parah di kepala dan dada. Sedangkan Saroh mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif di RS Widodo, Ngawi. Sementara itu, sopir bus yang belum diketahui identitasnya melarikan diri.

Warga yang menyaksikan insiden itu tidak dapat menahan kemarahan. Kaca bus pun dirusak hingga pecah. Amuk warga berlanjut sehingga awak dan penumpang bus bergegas keluar. Saat itulah massa membakar bus.

''Warga benar-benar sangat marah. Bus Sumber Kencono sudah berkali-kali menabrak orang. Jadi, (pembakaran) ini merupakan pelampiasan warga atas kecelakaan selama ini,'' kata Sadiran, seorang warga sekitar.

Aksi anarkistis warga tidak hanya itu. Mereka juga melampiaskan kemarahan pada bus Sumber Kencono nopol W 7081 UR yang melintas di lokasi tersebut. Bus itu ikut dirusak sehingga para penumpang panik. Aksi tersebut lantas diredam polisi. Puluhan petugas bersenjata lengkap membubarkan kerumunan massa. Para penumpang bus itu akhirnya bisa melanjutkan perjalanan setelah dialihkan ke bus lain.

Akibat kecelakaan dan insiden pembakaran itu, arus lalu lintas macet total. Kendaraan yang melintas dialihkan ke jalur alternatif. Bangkai bus melintang di badan jalan. Padahal, lokasi itu merupakan jalan utama yang menghubungkan jalur keluar dan masuk Kota Ngawi.

Hingga pukul 20.00 bangkai bus belum dievakuasi karena kobaran api belum benar-benar padam. ''Mungkin besok pagi (pagi ini, Red) bangkai bus dievakuasi,'' ujar seorang polisi di lokasi.

Ketika dikonfirmasi, Kapolres Ngawi AKBP Budi Sajidin membenarkan adanya insiden pembakaran bus itu. Tetapi, dia belum dapat menjelaskan secara detail. ''Saat ini kami masih sibuk di lokasi,'' ucapnya.

Kasatlantas Polres Ngawi AKP Mariska Fendi menambahkan, pihaknya telah berupaya meredam kemarahan warga. ''Kami menurunkan penumpang dan awak bus sehingga tidak sampai menjadi sasaran amuk massa,'' katanya.

Selain itu, tutur dia, pihaknya telah mengalihkan semua kendaraan yang menuju atau hendak keluar dari Ngawi. Bangkai bus yang dibakar memang masih di lokasi. ''Tetapi, bus lain yang ikut dirusak warga telah dibawa ke Polres Ngawi. Sopir dan kondekturnya masih kami amankan. Sedangkan para penumpang dipersilakan mencari angkutan lain,'' jelasnya. (dip/sad/jpnn/c2/dwi)

sumber:http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=154667

Jumat, 27 Agustus 2010

3 Satwa Bonbin Surabaya Sengaja Dibunuh postheadericon

Ilustrasi
SURABAYA (KRjogja.com) - Dugaan adanya unsur kesengajaan dalam kematian satwa koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang terjadi beruntun itu menguat.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim dan Tim Manajemen Sementara KBS menduga, tiga dari tujuh satwa yang mati beruntun dinilai tak wajar. Ketiganya adalah anak babi rusa, kanguru, dan rusa bawean.

Unsur mencurigakan itu adalah kesimpulan dari investigasi Tim Penyelidik Gabungan yang dibentuk oleh BKSDA Jatim dan Tim Manajemen Sementara KBS. ”Kami masih akan terus menyelidiki penyebab kematian satwa di sini (KBS),”tutur Ketua Tim Manajemen Sementara Toni Sumampau kemarin.

MenurutToni, tiga temuan mencurigakan itu pasti dikaji serius. Tim menilai unsur kesengajaannya sangat kuat misalnya kematian anak babi rusa. Hewan mamalia anakan ini mati ketika bermain-main di kandang babi dewasa. Anak babi ini diduga kuat dibunuh rusa dewasa.

Satwa tersebut disinyalir sengaja dilepas ke kandang babi dewasa karena tak mungkin dia bisa masuk sendiri ke situ. Untuk kasus kanguru, tim menduga pegawai KBS membiarkan hewan itu stres berkepanjangan. Akibat mendapat tekanan terus menerus yang berkepanjangan, akhirnya terjadi pendarahan di dalam kepalanya. Darah terus mengucur dari hidung satwa khas Australia tersebut hingga akhirnya mati. Sementara kematian rusa bawean dinilai janggal karena mati mendadak ketika sedang menyusui. Penyebabnya pun tak jelas. “Kondisi ini yang mencurigakan. Banyak kejanggalan yang harus segera diungkap,” ujarnya.

Tim penyelidik ini memprediksi pula kasus kematian satwa-satwa KBS ini masih akan terus berlangsung. Apalagi jika mengingat proses perawatannya tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP). Agar hewan-hewan yang terancam kematian itu tidak semakin parah, kata Toni, timnya menerapkan aturan baru yang berlaku di sekitar kandang satwa. Jika belum ada perawat datang, pegawai KBS dilarang masuk ke dalamnya.“Kami mencoba memberikan yang terbaik untuk KBS,”urainya.

Kepala BKSDA Jatim Achmad Saerodji menyatakan, tiga satwa itu mati tanpa melewati proses medis. Itu menunjukkan ada yang tidak beres dalam prosesnya.“Kasus ini masih terus kami perdalam.Kami yakin ada yang tidak beres,” tegasnya.

Saerodji menuturkan, Tim Penyelidik menemukan unsur mencurigakan setelah melakukan investigasi. Guna membuktikan dugaan tersebut, rencananya tim akan mereka ulang proses ke-matian hewan-hewan itu.Tim juga terus memeriksa pihak-pihak yang ada hubungannya dengan satwa seperti pegawai, perawat, dan dokter. Setelah semua selesai, lanjut Saerodji, tim akan membeberkannya kepada khalayak.

Dari situ akan diketahui tentang kematian beruntun itu karena murni kelalaian atau memang disengaja. Hasil penelusuran Tim Penyelidik ini juga akan diserahkan kepada polisi agar ditindaklanjuti. “Mungkin dalam 2–3 hari hasilnya bisa diketahui,” janjinya.

Analisa Tim Penyelidik itu diperkuat oleh pernyataan dokter KBS,dr Ermanu Umbi.Sesuai hasil uji laboratorium, kata Ermanu, babi rusa anakan yang mati di saat usianya baru lima hari itu karena dimakan babi jantan dewasa. “Menurut kajian kami,tidak ada penyakit,” katanya.

Untuk satwa lain yang juga ikut mengisi daftar kematian beruntun satwa KBS pada bulan ini seperti singa dan harimau sumatera, penyebabnya dinilai wajar. Sesuai hasil penelitian tim dokter, mereka mati karena faktor usia tua. “Singa,misalnya,sudah 10 tahun. Umur itu (untuk singa) sudah tidak lagi muda,”tandasnya.(Okz/Git)

Sabtu, 07 Agustus 2010

Luberan Lumpur Ancam Jalan Raya Porong dan Warga postheadericon

Luberan Lumpur Ancam Jalan Raya Porong dan Warga
SIDOARJO - Lumpur Lapindo kembali mengancam Jalan Raya Porong dan warga yang tinggal di sisi barat pusat semburan. Kemarin lumpur dingin mengalir deras hingga meluber ke luar tanggul melewati pembatas yang sudah dipasang. Lumpur mulai mengalir ke arah tanggul titik 21 di Desa Jatirejo, Porong, sekitar pukul 16.30.

Besarnya debit lumpur yang keluar membuat permukaan semakin tinggi hingga menyentuh bibir tanggul. Sekitar pukul 17.00, lumpur melewati permukaan tanggul sepanjang tujuh meter, mengarah ke Jalan Raya Porong dan tumpah ke jalan akses menuju tanggul yang lokasinya lebih rendah. Jalan tersebut akhirnya ditutup untuk menghentikan lumpur yang terus mengalir.

Hingga berita ini ditulis, lumpur yang meluber dan terkumpul di luar tanggul berjarak lima meter dari rel kereta api yang lokasinya lebih rendah. Dari Raya Porong, jaraknya terpaut sekitar delapan meter. Tinggi tanggul saat ini enam meter dari permukaan jalan raya.

Kemarin sore sekitar pukul 18.00 Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) berusaha menghambat luberan lumpur dengan menumpuk kantong pasir di atas tanggul. Meski demikian, lumpur terus meluber ke arah luar tanggul dan menggenangi kawasan di bawahnya.

Kepala Humas BPLS Ahmad Zulkarnain mengatakan, lumpur meluber karena permukaan pond di titik 21 lebih rendah daripada yang ada di sekitar pusat semburan. Akibatnya, semua lumpur yang tersembur ke luar mengarah ke titik tersebut dan membuat pond penuh hingga akhirnya meluber.

Zulkarnain memprediksi, aliran lumpur akan terus menuju ke titik tersebut selama dua sampai tiga hari nanti. Karena itulah, kata dia, tidak ada jalan lain kecuali meninggikan tanggul. "BPLS terus berusaha menutup luberan lumpur. Awalnya dengan sand bag (kantong pasir), sekarang (tadi malam, Red) dicoba peninggian," tuturnya.

Selain mengancam rel kereta api dan Raya Porong, luberan itu juga membahayakan penduduk Desa Siring yang berada di sebelah baratnya. Alumnus Universitas Trisakti Jakarta itu mengatakan, hal itu terjadi jika tanggul tidak bisa ditinggikan.

Hingga tadi malam, BPLS mengerahkan sejumlah alat berat untuk memagari luberan agar tidak menyebar. Truk pengangkut urukan dikerahkan untuk membentengi sekitar luberan dan meninggikan tanggul. Truk pengangkut material sempat kesulitan masuk ke lokasi luberan. Sebab, lalu lintas sangat padat dan merayap karena menjelang akhir pekan. Kereta api yang lewat pun diminta memperlambat lajunya ketika tiba di dekat luberan lumpur.

Sementara itu, pada saat bersamaan, puluhan warga Desa Siring bergerak mendekati luberan lumpur. Mereka menolak jika tanggul ditinggikan. "Tidak apa-apa Siring tenggelam. Toh sekarang juga sudah hancur," kata Mahmud Marjuki, warga Siring.

Warga mendesak BPLS agar segera mempertemukan mereka dengan Gubernur Jatim Soekarwo. Mereka meminta kejelasan nasib sembilan RT di Siring Barat, Jatirejo, dan Mini yang tidak masuk ke peta terdampak.

Mahmud mengatakan, sebelumnya gubernur berjanji segera memberikan kejelasan nasib mereka. Bahkan, beberapa waktu lalu warga diminta untuk mengumpulkan sertifikat. "Tapi, apa lanjutannya? Tidak jelas," ucapnya dengan nada tinggi.

Menurut dia, pemerintah lebih mementingkan proyek daripada warga. Buktinya, jalan raya diperbaiki dan ditinggikan, namun nasib warga tetap terlunta-lunta. Hingga berita ini ditulis, warga masih berkerumun di sekitar pos pantau di titik 21 Jatirerjo. (eko/c1/iro)
sumber:http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=149196