Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 September 2010

Icip - Icip Brongkos Kesukaan Sultan HB X postheadericon

Brongkos Bu Rini yang tersohor lezatnya dan disukai Sultan HB X (Foto: Rani DL)
YOGYA (KRjogja.com) - Sayur brongkos menjadi salah satu warisan masakan leluhur yang masih terjaga dan menjadi salah satu jenis kuliner yang sangat familier. Namun, bagaimana rasanya menikmati brongkos yang konon menjadi menu favorit raja keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X ? .

Selintas, sayur brongkos di warung ibu Rini yang terletak di daerah bekas pasar burung Ngasem ini tak jauh berbeda dengan yang lainnya. Bumbunya tidak jauh berbeda dengan brongkos pada umumnya. Hanya menggunakan bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, santan kelapa dan kluwak yang membuat warnanya menjadi hitam. Bumbu pelengkap lain adalah kacang, tahu, telur, dan daging sapi

Makanan berwarna coklat kehitaman ini memiliki perpaduan rempah yang sangat kaya sehingga menarik minat para pemburu kuliner. Selain itu, sisi legendaris yang melekat di masyarakat bahwa brongkos ibu Rini
merupakan kesukaan Sultan.

"Konon kata orang-orang sekitar, ada ajudan Sultan yang sering berkunjung kemari dan membawakan brongkos ini kepada beliau. Dari situlah menyebar kabar bahwa brongkos ini merupakan makanan favorit Sultan sehingga banyak orang yang penasaran dan berdatangan," ujar ibu Rini.

Salah satu pengunjung yang menikmati sayur brongkos ini, Wawan, mengaku bahwa sayur brongkos di warung tersebut memang istimewa.

"Sensasinya itu lengkap karena ada perpaduan rasa manis, gurih dan pedas. Ditambah pula campuran daging sapi dan kacang yang semakin
membuat nikmat," katanya.

Jika anda tertarik menikmati brongkos khas Yogyakarta di warung ibu Rini, anda bisa mengunjungi kawasan bekas pasar burung Ngasem. Tenang saja, harga masakan ini tidak akan mengurangi kenikmatan ketika menandaskannya karena seporsi cukup membayarnya dengan delapan lembar uang seribuan atau menambahkan empat lembar lagi jika memilih lauk yang lain. (Ran)

Jumat, 10 September 2010

Tetap Sehat Dengan Tongseng dan Sate Jamur postheadericon

Tongseng jamur segar dan menyehatkan (Foto : Fira Nurfiai)
SLEMAN (KRjogja.com) - Daging ayam, sapi atau kambing menjadi bahan dasar utama untuk mengolah masakan menjadi tongseng atau sate. Rasanya memang nikmat tiada tara, namun bagi yang berpantangan mengkonsumsinya, bukan nikmat yang terasa, melainkan sakit luar biasa.

Sejumlah penyakit bakal datang setelah mengkonsumsi daging-daging segar yang sudah 'disulap' menjadi aneka masakan lezat menggoda selera. Sebut saja, kolesterol, darah tinggi hingga stoke. Namun, bagi penyuka jenis masakan itu bisa berbesar hati. Bahan dasar yang 'jahat' itu digantikan dengan bahan lain, jamur.

Jamur tidak hanya diolah menjadi keripik atau menjadi bahan pelangkap masakan lainya. Di Jejamuran Restro, Nironm Pandowoharjo, Sleman bisa dimanfaatkan menjadi tongseng ataupun sate yang tidak kalah lezatnya.

“Meskipun berbahan jamur, rasa sate dan tongsengnya nyamleng tenan. Rasanya, tidak berbeda jauh dengan sate ataupun tongsengberbahan daging,” ujar pemilik warung Ratudjo setengah berpromosi kepada KRjogja.com belum lama ini.

Ratudjo mengaku menggunakan resep yang sama namun lebih sederhana. Misalnya, bawang merah, cabe rawit, tomat dan kuah gula santan ditambah kubis serta jamur tiram dan jamur merang. Prosesnya pun juga cukup mudah.

"Pertama, irisan bawang merah, cabe rawit dan tomat ditumis hingga layu. Kemudian, irisan jamur tiram dan merang serta kubis dimasukkan. Setelah cukup matang, baru ditambahkan kuah santan gulai dan kecap sebagai penambah rasa," ujarnya tanpa merahasiakan resep andalannya ini.

Tempat makan yang bersih dengan variasi jenis makanan dan suasana nyaman di pedesaan, rasanya pantas menjadi tempat jujukan di akhir pekan. Bahkan, menjadi salah satu sasaran kuliner di Yogyakarta. Bahkan, harga yang ditawarkan juga tidak sampai menimbulkan 'kolesterol' pada dompet anda. (Fir)