Minggu, 12 September 2010

Lebaran, Kuli Angkut Terminal Giwangan Panen Rejeki postheadericon

salah satu pengangkut barang di terminal giwangan. Foto: Deny Hermawan
YOGYA (KRjogja.com) - Momentum hari raya idul Fitri tiap tahun memang membawa rezeki ekstra bagi sebagian
orang. Tak terkecuali, dialami oleh para tukang angkut barang di Terminal Giwangan Yogyakarta.
Suparno misalnya, pria berusia 43 tahun ini mengaku mendapatkan untung dua kali lipat dibanding ketika hari biasa. Hal ini dikarenakan membludaknya penumpang bus di terminbal Giwangan pada masa lebaran ini.

"Kalau hari biasa paling tidak saya dapat mengangkutkan barang milik dua sampai sepuluh orang. Kalau Lebaran ini, bisa sampai dua kali lipatnya," ujarnya.

Dirinya mengaku, selama dua hari kemarin tidak bekreja, untuk meluangkan waktunya berkumpul bersama keluarga besarnya di Kulonprogo. Mulai hari ini, ia harus kembali bersaing dengan sekitar 29 orang tukang angkut barang lain yang ada di terminal Giwangan.

"Kalau saya tidak pernah mematok tarif untuk setiap[ mengangkat. kadang diberi Rp3000, Rp 5000, Rp7000, atau Rp10.000. Kalau lebaran tahun ini, kelihataannya tidak seramai tahun lalu, karena kalau tahun lalu ada bus PPJ (Putrajaya) yang masuk ke sini, tapi tahun ini tidak ada lagi," terangnya. (Den)

Icip - Icip Brongkos Kesukaan Sultan HB X postheadericon

Brongkos Bu Rini yang tersohor lezatnya dan disukai Sultan HB X (Foto: Rani DL)
YOGYA (KRjogja.com) - Sayur brongkos menjadi salah satu warisan masakan leluhur yang masih terjaga dan menjadi salah satu jenis kuliner yang sangat familier. Namun, bagaimana rasanya menikmati brongkos yang konon menjadi menu favorit raja keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X ? .

Selintas, sayur brongkos di warung ibu Rini yang terletak di daerah bekas pasar burung Ngasem ini tak jauh berbeda dengan yang lainnya. Bumbunya tidak jauh berbeda dengan brongkos pada umumnya. Hanya menggunakan bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, santan kelapa dan kluwak yang membuat warnanya menjadi hitam. Bumbu pelengkap lain adalah kacang, tahu, telur, dan daging sapi

Makanan berwarna coklat kehitaman ini memiliki perpaduan rempah yang sangat kaya sehingga menarik minat para pemburu kuliner. Selain itu, sisi legendaris yang melekat di masyarakat bahwa brongkos ibu Rini
merupakan kesukaan Sultan.

"Konon kata orang-orang sekitar, ada ajudan Sultan yang sering berkunjung kemari dan membawakan brongkos ini kepada beliau. Dari situlah menyebar kabar bahwa brongkos ini merupakan makanan favorit Sultan sehingga banyak orang yang penasaran dan berdatangan," ujar ibu Rini.

Salah satu pengunjung yang menikmati sayur brongkos ini, Wawan, mengaku bahwa sayur brongkos di warung tersebut memang istimewa.

"Sensasinya itu lengkap karena ada perpaduan rasa manis, gurih dan pedas. Ditambah pula campuran daging sapi dan kacang yang semakin
membuat nikmat," katanya.

Jika anda tertarik menikmati brongkos khas Yogyakarta di warung ibu Rini, anda bisa mengunjungi kawasan bekas pasar burung Ngasem. Tenang saja, harga masakan ini tidak akan mengurangi kenikmatan ketika menandaskannya karena seporsi cukup membayarnya dengan delapan lembar uang seribuan atau menambahkan empat lembar lagi jika memilih lauk yang lain. (Ran)

Jumat, 10 September 2010

Cobain Bakpia Bekatul Deh.... postheadericon

Bakpia bekatul masih dipasarkan terbatas (Foto: Rani DL)
YOGYA (KRjogja.com) - Bagi anda yang pemburu kuliner tidak ada salahnya mencicipi inovasi produk yang dikembangkan oleh lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM yang menciptakan bakpia berbahan dasar bekatul.
Bakpia bekatul ini diciptakan oleh Novi Sigit Purnomo, Fuad Assani, Fauzan Romadlon. Ade Riski Amelia dan Haritsah Setya Nur Aini yang diluncurkan pada Maret 2010. Usaha pembuatan bakpia bekatul yang diberi brand “Babe Usil” (bakpia bekatul usaha orisinil) ini berawal dari keikutsertaan mahasiswa UGM tersebut dalam program kreativitas mahasiswa (PKM) 2010.
Menurut Novi Sigit Purnomo ide awal dari produksi bakpia bekatul ini karena produksi bekatul sangat melimpah di Indonesia, tetapi belum banyak dimanfaatkan. Selama ini bekatul hanya diposisikan sebagai pakan ternak. Padahal dalam bekatul kaya vitamin B, vitamin E, asam lemak esensial, serat pangan, protein, oryzanol, dan asam ferulat.
"Jadi sayang jika bahan yang cukup potensial ini tidak termanfaatkan. Dalam pembuatan bakpia, bekatul digunakan sebagai isi," paparnya.
Novi menjelaskan bekatul yang dipakai adalah sisa penggilingan padi yang bertekstur halus seperti tepung. Bekatul yang bertekstur halus mudah menyatu dengan air sehingga tercipta adonan yang bertekstur halus pula. Sedangkan proses pembuatan isi bakpia tidak rumit. Bekatul yang telah dipilih kemudian dikukus selama 30 menit lalu didinginkan. Setelah dingin, bekatul disangrai dengan wajan agar kadar air bekatul berkurang sehingga dapat bertahan lama.
"Kemudian bekatul yang telah disangrai diberikan tambahan aroma rasa yang diinginkan. Dalam sekali produksi membutuhkan 1 kg bekatul untuk menghasilkan sekitar 300 bakpia yang bisa bertahan hingga 3 minggu," imbuhnya.
Sementara itu, Fauzan Romadhlon menjelaskan Babe Usil baru menyediakan dua rasa yakni coklat dan keju. Dan, karena keterbatasan waktu pembuatan bakpia disesuaikan dengan pesanan. Namun, ke depan dikembangkan aneka rasa seperti mocca, kopi, vanilla, dan original.
"Bakpia bekatul sementara baru dipasarkan di pasar minggu pagi (sunday morning) UGM. Produk ini juga telah mendapatkan serifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Sementara untuk sertifikasi halal dari MUI sedang diproses," katanya.
Untuk bisa menikmati bakpia bekatul ini tidak perlu merogoh kocek yang terlalu besar. Hanya dengan Rp. 10.000 satu kotak bakpia berisi 15 butir langsung bisa disantap.
"Dengan pembuatan bakpia isi bekatul, diharapkan bisa mengubah image masyarakat terhadap bekatul yang hanya dipakai sebagai makanan ternak. Selain itu mampu menambah nilai jual bekatul di masyarakat," tandasnya. (Ran)

Menanti Mekarnya Bunga Para Raja postheadericon

Detik-detik mekarnya bunga Wijayakusuma. (Foto : Ivan Aditya)
DAPAT menyaksikan tumbuhan ini berbunga, merupakan suatu kesempatan langka yang mungkin tidak setiap saat bisa jumpai. Disamping mekarnya selalu dimalam hari, bunga ini pun tak pernah lama dalam memperlihatkan keindahanya. Setelah itu, kembali sang bunga tersipu malu dengan menutupi putih indah kembang dengan kelopaknya.
Tumbuhan ini tergolong jenis kaktus, tumbuhan yang dalam bahasa latinnya bernama Pisonia Grandis var Silvestris ini mempunyai keunikan serta nilai purbawi yang lain dibandingkan dengan tumbuhan sejenisnya. Dikalangan orang Jawa, sering menyebut tumbuhan ini dengan nama Wijayakusuma.
Bunga yang dijadikan maskot kota Cilacap ini bisa dikatakan unik, lantaran selain bentuk dan bidang-bidang tanaman yang jarang dimiliki bunga lain, proses merekahnya bunga ini juga yang memerlukan waktu serta kesabaran khusus dalam menantinya.
Batang pohon wijayakusuma sebenarnya terbentuk dari helaian daun yang mengeras dan kecil, daunnya akan menjuntai ke bawah dan bisa mencapai panjang sekitar 1 meter. Lain halnya dengan jenis kaktus-kaktus pada umumnya, helaian daun wijayakusuma daunnya pipih, berwarna hijau dengan permukaan daun halus tidak berduri. Wijayakusuma dapat dilihat dengan jelas mana bagian batang dan mana bagian daunnya setelah tanaman ini berumur tua.
Pada setiap tepian daun Wijayakusuma terdapat lekukan-lekukan yang ditumbuhi tunas daun yang nantinya akan tumbuh menjadi bunga. Bunga Wijayakusuma berwarna putih bersih, sedang tangkai bunga berwarna kemerahan muda. Tangkai bunga hingga ke kelopak bunga menjuntai 3 cm ke bawah seperti belalai gajah.
Seperti halnya dengan tumbuhan kaktus yang dapat hidup subur di daerah sedang sampai tropis, demikian juga tanaman Wijayakusuma yang juga sangat cocok untuk iklim Indonesia yang sub tropis ini. “Saya suka mengoleksi Wijayakusuma kerena mudah dalam perawatan dan punya nilai seni tersendiri dalam menunggu bunganya mekar,” tutur Ny Alex Sudijan (53), penggemar tanaman Wijayakusuma warga Bantul, Yogyakarta.
Berbeda dengan tumbuhan yang lain, seperti dikatakan Ny Alex, untuk hal perawatannya pun Wijayakusuma cukup disiram secara rutin saja 1 kali dalam sehari, sehingga dalam perawatan tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak. “Ini kan tanaman hutan, jadi mudah dalam merawatnya. Cukup disiram teratur saja itu sudah cukup,” imbuhnya.
Dikatakannya, jangan berharap bisa menjumpai bunga Wijayakusuma mekar pada siang hari, karena bunga ini selalu akan menunjukan dirinya berbunga ketika pada malam hari saja. “Bunga wijayakusuma kalau berbunga pasti malam hari itu pun tidak berlangsung lama,” terang ibu dua orang anak ini.
Kesabaran dalam nenunggu, merupakan seni keunikan tersendiri yang sengaja disajikan oleh bunga tua ini. Sudah bersabar-sabar untuk lama menanti, tapi kalau terlewatkan barang 10 menit saja, pasti akan kehilangan momentum langka untuk menyaksikan mekarnya bunga Wijayakusuma, hal ini dikarenakan bunga Wijayakusuma tak akan lama dalam memamerkan indah bunganya.
Pesona Magis Bunga Wijayakusuma
Wijayakusuma dalam bahasa Jawa diartikan sebuah bunga kemenangan. Artinya, kembang Wijayakusuma tidak mungkin bisa diperoleh dari alam biasa, bunga Wijayakusuma dipercaya akan membawa berkah bagi orang yang memilikinya.
Mitos lain yang juga dipercaya oleh orang Jawa jaman dahulu, konon ada kepercayaan yang mengatakan, bagi raja Mataram yang baru dinobatkan, tidak akan sah diakui sebagai raja baik dunia halus ataupun kasar, sebelum bisa berhasil memetik dan mendapatkan bunga Wijayakusuma untuk dijadikan sebagai pusaka keraton. Dipercaya juga barang siapa bisa memiliki bunga Wijayakusuma, kelak bakal menurunkan raja-raja yang besar dan akan lama berkuasa di tanah Jawa.
Pada saat jaman kerajaan, untuk memetik sekuntum bunga Wijayakusuma jelas bukan perkara yang mudah, lantaran bunga ini dahulu hanya ada di Pulau Nusa Kambangan, sebuah pulau yang sarat dengan cerita angker serta dijaga oleh pununggu-penunggu gaib. Menurut hikayatnya, cara memetik bunga Wijayakusuma juga tidak sekedar memetik dengan kedua tangan biasa saja, melainkan dengan cara gaib melalui bertapa.
Namun dalam perkembangannya sekarang ini, bunga Wijayakusuma sudah bisa ditemui tidak hanya di Pulau Nusa Kambangan saja. Perkembangannya, kini telah tersebar luas meliputi Pulau Jawa, Madura, Bali, Ambon dan beberapa gugusan pulau di nusantara lainnya. Seolah dijadikan sebagai kepuasan batin tersendiri, tak jarang para hobiis rela manantikan detik-detik mekarnya bunga para raja ini. (Ivan Aditya)

Tanaman Desa Yang Berkhasiat postheadericon

Tanaman Mengkudu. (Foto : Ivan Aditya)
TANAMAN ini akan bisa banyak ditemui di kawasan pedesaan di tanah air. Dalam bahasa latin, tanaman ini Morinda Citrifolia, orang Jawa menyebutnya dengan nama Pace, sedangkan, secara nasional tanaman ini disebut Mengkudu.
Tanaman ini merupakan tumbuhan asli Indonesia. Artinya, tanaman ini berasal dari gugusan pulau di Indonesia, yakni tepatnya dari Kepulauan Maluku. Pohon ini termasuk dalam keluarga kopi-kopian atau Rubiaceae, seperti soka, kopi dan tumbuhan sejenis lainnya.
Tumbuhan liar ini sangatlah cocok untuk berkembang di Indonesia yang beriklim tropis, di situlah habitat asli tanaman Mengkudu ini. Pada umumnya, Mengkudu berkembang biak di hutan-hutan secara liar atau bisa juga tumbuh liar di kebun-kebun. Dari dataran yang rendah sampai di dataran yang tinggi sekalipun, antara 500-1500 dpl (di atas permukaan laut), tanaman yang satu ini masih bisa banyak ditemui.
Sekitar tahun 1991, seorang ilmuan terkenal asal Inggris, HB Guppy mempelajari tentang Mengkudu. Dalam penelitiannya, sukurangnya ada sekitar 50 jenis tanaman Mengkudu di dunia ini tersebar di beberapa gugusan kepulauan di sekitar Indonesia, Malaysia, semenanjung Samudera Hindia dan terus memanjang hingga pesisir Pasifik.
Ada juga beberapa penelitian, yang menyebutkan, ada kurang lebih terdapat 80 jenis tanaman Mengkudu yang ada, namun dari sekian itu, kira-kira hanya sekitar 20 jenis saja yang memiliki nilai jual dan banyak dikenal oleh masyarakat selama ini. Contohnya seperti Mengkudu Tanah Putih alias mengkudu yang asli dari Maluku dan Mengkudu dari Bogor.
Seiring perkembangannya ke berbagai wilayah, tanaman inipun lantas bermigrasi keluar dari tanah asalnya Maluku. Pada tiap daerah kemudian mengalami perubahan nama sesuai daerahnya masing-masing. Seperti misalnya untuk penamaan lokal di Indonesia, warga Bali menyebutnya Wengkudu, Sunda menyebutnya Cengkudu, Madura menamai dengan nama Kudhok dan masih banyak lagi penamaan sesuai kebiasaan daerah tersebut.
Si Buah Buruk Rupa Mengkudu
Disaat tumbuh dengan normal, tanaman Mengkudu ini mampu tumbuh tinggi sekitar 6 m dengan batang tidak terlalu keras berwarna kelabu. Disamping sering dijumpai di kebun, Mengkudu juga sangat cocok untuk ditanam di dalam pot dengan media tanam tanah biasa saja.
Daun pada tanaman Mengkudu ini berwarna hijau tua mengkilat dan tersusun rapi secara berhadap-hadapan. Tanaman yang sudah tua, ukuran daun bisa sekitar panjang daun 20-40 cm dengan lebar 7-15 cm. Di setiap pangkal tangkai daun juga terdapat seperti lidah berwarna hijau berukuran panjang sekitar 1,5 cm.
Buahnya, sepintas orang akan enggan untuk menyentuhnya karena baunya yang sedikit busuk. Bentuknya akan berubah menjadi sedikit menjijikan apabila sudah matang dan tua yang kemudian menjadi benyek. Buah Mengkudu berwarna putih kehijau-hijauan saat masih mentah, kemudian akan berubah menjadi kekuningan saat sudah mulai tua.
Buah dari tanaman ini memiliki tekstur keras serta padat dengan permukaan kulit buah yang berbintik-bintik hitam. Bagian dalam buah atau daging buah Mengkudu berwarna putih dengan biji-biji yang banyak.

Awalnya, bunga akan berbentuk seperti bonggol yang kecil-kecil dan hijau. Kebalikan dengan buahnya, bunga dari tanaman Mengkudu ini malah beraroma harum. Bentuk bunga berbentuk seperti ketupat yang tumbuh pada bagian batangnya. Dan dari bunga inilah yang kemudian menjadi bakal buah dari Mengkudu.

Tak Ada Yang Tidak Berguna
“Enggak tahu mengapa, kini tanaman Mengkudu sudah jarang bisa ditemui, apalagi dikawasan perkotaan,” kata Kadarsih (24), salah satu pemilik tanaman Mengkudu dari Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta.
Dikatakannya, sejak dahulu tanaman Mengkudu memang sudah banyak ditemui di kawasan pedesaan di Gunung Kidul yang merupakan dataran tinggi tersebut. Memang, dalam perkembangannya kini, tanaman ini sudah jarang bisa ditemui kalau tidak di daerah-daerah pedesaan sekalian, karena kurangnya nilai komersial dari tanaman ini, apalagi segi keindahannya.
Namun jangan salah, tanaman Mengkudu sebenarnya memiliki nilai guna yang luar biasa yang terkandung didalamnya. Sampai konon ratusan tahun dahulu, tabib-tabib Bangsa Polynesian telah menggunakan Mengkudu ini untuk obat utama penyembuhan berbagai penyakit.
Dari akar hingga buahnya, tidak ada yang tidak bermanfaat. Kulit akar bisa digunakan untuk bahan utama pewarna dalam penyamakan kain. Daun yang muda dapat untuk sayuran dan obat. Dan yang paling utama adalah buahnya yang sudah masak serta tua yang mengandung berbagai khasiat. “Kalau dahulu, buah Mengkudu sering dibuat obat dengan cara dibuat untuk jamu,” terang Kadarsih.
Di dalam buah Mengkudu memanglah banyak terkandung berbagai manfaat yang baik bagi manusia. Kandungan yang terdapat dalam Mengkudu diantaranya protein, karbohidrat (berbagai jenis gula, serat nabati larut air), vitamin dan mineral, lipida, dan masih ratusan unsur lainnya yang ada.
Mengkudu juga mujarab untuk menyembuhkan bermacam-macam penyakit yang terbilang kronis sekalipun. Seperti misalnya, penyakit darah rendah, darah tinggi, arthritis, alergi, kanker, diabetes, stroke, jantung koroner, dan masih banyak lagi manfaat dari tanaman ini.
Untuk kepentingan sebagai obat, dalam perkembangannya, Mengkudu sudah banyak diolah serta diramu dengan berbagai cara hingga layak untuk bisa dikonsumsi oleh manusia. Misalnya dengan dibuat jus buah Mengkudu, atau dibuat semacam ekstrak yang berupa bubuk dan ada pula kini yang mulai mengembangkan buah Mengkudu dalam bentuk obat tablet. (Ivan Aditya)

Tetap Sehat Dengan Tongseng dan Sate Jamur postheadericon

Tongseng jamur segar dan menyehatkan (Foto : Fira Nurfiai)
SLEMAN (KRjogja.com) - Daging ayam, sapi atau kambing menjadi bahan dasar utama untuk mengolah masakan menjadi tongseng atau sate. Rasanya memang nikmat tiada tara, namun bagi yang berpantangan mengkonsumsinya, bukan nikmat yang terasa, melainkan sakit luar biasa.

Sejumlah penyakit bakal datang setelah mengkonsumsi daging-daging segar yang sudah 'disulap' menjadi aneka masakan lezat menggoda selera. Sebut saja, kolesterol, darah tinggi hingga stoke. Namun, bagi penyuka jenis masakan itu bisa berbesar hati. Bahan dasar yang 'jahat' itu digantikan dengan bahan lain, jamur.

Jamur tidak hanya diolah menjadi keripik atau menjadi bahan pelangkap masakan lainya. Di Jejamuran Restro, Nironm Pandowoharjo, Sleman bisa dimanfaatkan menjadi tongseng ataupun sate yang tidak kalah lezatnya.

“Meskipun berbahan jamur, rasa sate dan tongsengnya nyamleng tenan. Rasanya, tidak berbeda jauh dengan sate ataupun tongsengberbahan daging,” ujar pemilik warung Ratudjo setengah berpromosi kepada KRjogja.com belum lama ini.

Ratudjo mengaku menggunakan resep yang sama namun lebih sederhana. Misalnya, bawang merah, cabe rawit, tomat dan kuah gula santan ditambah kubis serta jamur tiram dan jamur merang. Prosesnya pun juga cukup mudah.

"Pertama, irisan bawang merah, cabe rawit dan tomat ditumis hingga layu. Kemudian, irisan jamur tiram dan merang serta kubis dimasukkan. Setelah cukup matang, baru ditambahkan kuah santan gulai dan kecap sebagai penambah rasa," ujarnya tanpa merahasiakan resep andalannya ini.

Tempat makan yang bersih dengan variasi jenis makanan dan suasana nyaman di pedesaan, rasanya pantas menjadi tempat jujukan di akhir pekan. Bahkan, menjadi salah satu sasaran kuliner di Yogyakarta. Bahkan, harga yang ditawarkan juga tidak sampai menimbulkan 'kolesterol' pada dompet anda. (Fir)

Jalur Yogyakarta - Purworejo Masih Dipadati Pemudik postheadericon

Ilustrasi. (Foto : Dok)
KULONPROGO (KRjogja.com) - Jalur utama Yogyakarta-Purworejo di wilayah Kabupaten Kulonprogo masih dipadati kendaraan termasuk pemudik, baik sepeda motor maupun mobil pribadi, Jumat (10/9). Sejak Jumat pagi jalur utama Yogyakarta-Purworejo masih dipadati kendaraan termasuk pemudik yang melintas dari timur ke barat, maupun sebaliknya.
Kasi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kulon Progo Haris mengatakan jumlah kendaraan yang melintas dari pukul 07.00 hingga pukul 11.00 WIB tercatat sepeda motor sebanyak 1.481 unit, dan mobil pribadi 1.597 unit.
Menurut dia, pada Rabu malam dan Kamis lalu terjadi lonjakan kendaraan pemudik, karena Jakarta mulai libur pada Kamis. "Puncak arus mudik terjadi pada Rabu malam dan Kamis pagi dengan jumlah kendaraan yang meliputi sepeda motor sebanyak 10.706 unit, dan mobil pribadi 6.800 unit," katanya.
Haris mengatakan kendaraan yang melintas setiap jamnya belum mengalami peningkatan yang siginfikan. "Sepeda motor paling banyak melintas antara pukul 06.00 hingga pukul 07.00 WIB, dengan intensitas 889 unit per jam, dan antara pukul 16.00 hingga pukul 17.00 WIB intensitasnya 880 sepeda motor per jam," katanya.
Ia mengatakan banyaknya kendaraan yang melintas pada pagi dan sore hari karena menghindari panasnya sinar matahari. Lonjakan arus mudik dari barat juga terjadi pada pagi dan sore hari.
"Pada 2010 jumlah kendaraan yang melintas dari timur ke barat lebih banyak dibandingkan dengan kendaraan dari barat ke timur," katanya.
Sementara itu, sejumlah jalan di dalam kota Wates, Kabupaten Kulon Progo, pada hari pertama Lebaran 2010 tampak lengang dan sepi dari lalu lalang kendaraan, apalagi turun hujan sejak pukul 13.30 WIB.
Salah seorang warga Wates, Hari, mengatakan biasanya kawasan Alun-alun dipadati warga yang ingin santai pada Lebaran hari pertama. Namun, saat ini tampak sepi, mungkin karena sejak siang turun hujan. (Ant/Van)

Minggu, 05 September 2010

Menguat, Tiga Nama Gantikan Hendarman postheadericon

JAKARTA - Pergantian posisi jaksa agung (Jakgung) bakal dilakukan bersamaan dengan pergantian Kapolri dan panglima TNI. Jaksa Agung Hendarman Supandji menyebutkan, semua pejabat eselon I di lingkungan kejaksaan mempunyai peluang untuk menggantikan dirinya.

Lantas, siapa yang berpeluang? Saat ini di internal Kejaksaan Agung terdapat enam pejabat eselon I yang menjabat jaksa agung muda (JAM). Mereka adalah JAM Pidsus M. Amari, JAM Was Marwan Effendy, JAM Intelijen Edwin Pamimpin Situmorang, JAM Pidum Hamzah Tadja, JAM Datun Kamal Sofyan, dan JAM Bin Iskamto.

Selain mereka, muncul nama Darmono yang saat ini menjabat wakil jaksa agung. Dari informasi yang dihimpun menyebutkan, nama Darmono, Marwan, dan Edwin cukup kuat untuk mengisi posisi puncak di korps Adhyaksa tersebut.

Kapuspenkum Kejagung Babul Khoir berharap, pengganti Hendarman berasal dari jaksa karir (internal). Alasannya, dia sudah mengetahui pekerjaan di institusi penuntutan itu. ''Kalau dari dalam, dia sudah tahu mekanisme pekerjaan kita,'' kata Babul.

Meski begitu, institusinya menyerahkan kepada keputusan presiden untuk menunjuk jaksa agung. Sebab, hal itu menjadi hak prerogatif presiden. ''Para JAM dan Waja (wakil jaksa agung) berpeluang. Tapi, nanti silakan presiden yang menentukan,'' terang mantan wakil kepala Kejati Sumut itu.

Jika pejabat Kejaksaan Agung mengharapkan calon dari internal, tidak demikian halnya dengan Indonesia Corruption Watch (ICW). Mereka mempunyai pendapat berbeda. ''Kami berpendapat, jaksa agung yang baru nanti harus dari eksternal kejaksaan,'' kata Wakil Koordinator ICW Emerson Yuntho kepada koran ini kemarin (4/9).

Emerson mengatakan, selama ini posisi jaksa agung yang dijabat Hendarman sebagai jaksa karir dinilai gagal. Jika kembali diisi dari internal kejaksaan, ujar dia, hal itu tidak akan membawa perubahan. ''Perubahan itu belum ada. Selama ini kami melihat (calon) dari internal belum ada,'' terangnya.

Saat ini nama Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto yang bakal mengikuti fit and proper test calon pimpinan KPK diwacanakan mengisi posisi jaksa agung. Salah seorang yang tidak terpilih menjadi pimpinan KPK bisa diajukan untuk menggantikan Hendarman.

''Dua figur ini memang yang saat ini pas dan cukup independen dalam penegakan hukum,'' kata Emerson. Apa tidak akan menimbulkan penolakan dari internal kejaksaan? ''Problemnya, kejaksaan masih di bawah presiden. Jadi, mau tidak mau, harus menerima yang dipilih presiden,'' jawabnya. (fal/c4/kum)

sumber:http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=153912

KPK Didesak Usut Pemberi Suap postheadericon

Setelah Tetapkan 26 Politikus sebagai Tersangka

JAKARTA - Setelah menetapkan 26 politikus DPR (periode 1999-2004) sebagai tersangka dalam kasus suap, hingga kemarin KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) belum menunjukkan tanda-tanda serius bakal membidik dua orang yang diduga sebagai aktor penting dalam kasus tersebut. Mereka adalah Nunun Nurbaeti, istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun, dan Miranda Swaray Goeltom.

Nunun adalah sosok penting yang diduga memerintah Ahmad Hakim alias Arie Malangjudo untuk menyiapkan cek perjalanan bagi seluruh anggota komisi keuangan dan perbankan DPR (termasuk 26 tersangka itu) yang mendukung Miranda sebagai deputi gubernur senior Bank Indonesia pada 2004 (selengkapnya baca grafis).

Apakah dua nama tersebut akan dibidik KPK? Jika memang akan dibidik, kapan mereka diperiksa? Pertanyaan-pertanyaan tersebut kemarin disampaikan kepada Wakil Ketua KPK Mochammad Jasin. Tapi, jawabannya terkesan mengambang.

''Kami tidak bisa menyimpulkan itu (keterlibatan Nunun dan Miranda). Tapi, semua melihat perkembangan penyidikan yang 26 (tersangka) ini,'' katanya. Hanya itulah jawaban Jasin.

Sebagaimana diberitakan, di antara 26 tersangka tersebut, ada beberapa nama pentolan dari PDIP dan Golkar. Dari PDIP ada nama Panda Nababan dan dari Golkar ada nama Paskah Suzetta (mantan menteri perencanaan pembangunan dan kepala Bappenas).

Sebelum menetapkan 26 tersangka mantan anggota dewan periode 1999-2004 tersebut, lembaga antikorupsi itu menjerat empat orang sebagai pembagi suap. Yakni, Dudhie Makmun Murod, Hamka Yandhu, Udju Djuhaeri, dan Endin Soefihara. Empat politikus itu telah menghadapi sidang vonis.

Namun, selama sidang mereka berlangsung, Nunun yang dijadwalkan hadir sebagai saksi tidak pernah memenuhi panggilan pengadilan. Alasannya, dia menderita lupa berat dan harus dirawat di Singapura. Berdasar fakta yang terungkap dalam sidang, nama Nunun berkali-kali disebut sejumlah saksi sebagai fasilitator pemberi suap.

Arie Malang Judo, salah seorang saksi yang merupakan mantan bawahan Nunun di PT Wahana Esa Sejati, mengaku bahwa Nunun beberapa kali meminta dirinya memberikan sejumlah cek perjalanan senilai Rp 24 miliar kepada 39 anggota komisi III periode 1999-2004. Uang itu diletakkan dalam beberapa amplop. Arie juga mengaku mendapat telepon dari empat politikus yang ingin mengambil titipan Nunun tersebut.

Namun, ketika ditanya sumber pemberi dana, Arie menyatakan tidak tahu-menahu. Dia menegaskan bahwa dirinya tidak tahu bahwa sejumlah amplop yang diberikan kepada para anggota dewan tersebut berisi cek perjalanan.

Arie juga menjelaskan bahwa Nunun mengenal baik Miranda Goeltom. Dua perempuan sosialita tersebut pernah bertemu di kantor Miranda, gedung BI, sekitar Agustus 2004.

Karena itu, kesaksian Nunun sangat dibutuhkan. Dia merupakan saksi kunci yang bisa mengungkap sumber dana suap tersebut. Banyak pihak yang berkali-kali mendesak KPK untuk segera menetapkan status Nunun, termasuk Indonesia Corruption Watch (ICW).

Peneliti Hukum ICW Donal Fariz menuturkan, penetapan 26 tersangka baru tersebut harus segera diikuti penetapan status Nunun. ''Sebab, Nunun itu adalah jembatan dengan pemberi cek perjalanan kepada para anggota dewan,'' ujarnya kemarin.

Karena itu, ICW mendesak KPK segera membentuk tim independen untuk memastikan kondisi Nunun yang sebenarnya. Hasil laporan tim independen tersebut, lanjut Donal, harus disampaikan kepada publik secara transparan. ''Setidaknya setelah penetapan 26 tersangka, KPK tetapkan tersangka-tersangka lain,'' tegasnya.

Selain itu, KPK harus menetapkan jangka waktu penyelesaian kasus tersebut. Donal melanjutkan, penetapan 26 tersangka itu merupakan angin segar yang bisa mengembalikan kepercayaan publik pada KPK. ''Ini jangan disia-siakan. KPK harus buktikan dengan bergerak cepat,'' ungkapnya.

Sehari sebelumnya (3/9), Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Bibit Samad Rianto menyatakan, sejauh ini pihaknya masih terus mengumpulkan bukti-bukti kuat terkait keterlibatan pihak lain, termasuk Nunun Nurbaeti dan Miranda Goeltom.

Pengembangan penyidikan terhadap 26 tersangka tersebut juga diharapkan bisa mengungkap fakta baru terkait si pemberi suap berupa cek perjalanan itu.

''Ada desakan kepada kami agar kami tidak hanya mengusut yang menerima suap, tapi juga yang memberi suap,'' tegas Bibit di gedung KPK saat itu (3/9) seusai bertemu wakil dari Fraksi PDIP.

Pertemuan pimpinan KPK dengan wakil dari FPDIP itu dikritik keras oleh ICW kemarin. Pertemuan secara tertutup tersebut, kata Donal, bisa menimbulkan asumsi negatif terhadap KPK. Sebab, dikhawatirkan terjadi konflik kepentingan dalam pertemuan tersebut.

''Meski itu hak konstitusional partai, KPK sebaiknya tidak melakukan pertemuan internal dengan pihak yang beperkara,'' katanya.

Pertemuan internal tersebut, ujar dia, bisa berdampak terhadap menurunnya kembali kepercayaan publik. Bahkan, akan timbul prasangka jika ternyata KPK tidak juga menjerat pemberi suap. ''KPK seharusnya waspada pertemuan tersebut bisa menjadi batu sandungan dalam penyelesaian kasus ini,'' imbuhnya. (ken/c5/iro/kum)

sumber: 
http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=153917

Sabtu, 04 September 2010

Banjir dan Longsor Landa Bogor postheadericon

Smaller  Reset  Larger
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR—-Hujan deras yang mengguyur Kota dan Kabupaten Bogor, Jabar sejak Jumat (3/9) sore hingga tadi malam mengakibatkan banjir. Ratusan rumah di dua Rukun Warga (RW) di Kelurahan Cibuluh terendam luapan air sungai Ciheuleut.
Tinggi banjir yang merendam rumah warga sekitar 10 sentimeter hingga satu meter. Lokasi yang terendam banjir di antaranya Kampung Neglasari RT 02/04, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, RT 03/06 RT 05/06 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara.

“Paling tidak dua RW yang terendam banjir karena air Sungai Ciheuleut meluap,” kata Koordinator lapangan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bogor, Sudarman, Jumat (3/9) malam. Bendungan Katulampa mengalami kenaikan sebesar 100 sentimeter atau siaga tiga.

Penjaga Bendungan Katulampa, Andi Sudirman, mengatakan penyebab naiknya air di Bendungan Katulampa karena hujan deras yang mengguyur Bogor, baik kota ataupun kabupaten, terutama di kawasan Puncak. “Saat ini air hujan dari arah Puncak sudah sampai di bendungan Katulampa,” kata Andi.

Tingginya curah hujan menyebabkan pohon besar jatuh menimpa atap dua rumah warga di RT 01/02, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. “Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materi saja yang diderita,” kata Sudarman.

Sementara itu di Kabupaten Bogor, tanah longsor kembali terjadi. Di Kampung Tanjakan Urug, Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, longsor menutupi jalan yang dilalui kendaraan. Panjang longsoran mencapai 10 meter hingga 15 meter.

“Kendaraan yang menuju Nanggung dan Antam dialihkan ke Hambaro karena tidak bisa lewat, tapi longsor yang menutupi jalan sudah bisa ditanggulangi sekitar pukul 23.00,” ujar Koordinator Lapangan Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Tim Reaksi Cepat (PB TRC) Kabupaten Bogor, Budi Aksomo, Sabtu (4/9) pagi.

Budi mengatakan longsor juga terjadi di daerah Cigudeg. “Jalan menuju Sukajaya longsor. Kami sedang berkoordinasi untuk membersihkan jalan yang tertutup longsor,” kata dia.
Red: Arif Supriyono
Rep: c31

Pemkot Salatiga Bagikan 800 Paket Bingkisan Untuk Kaum Dhuafa postheadericon

Foto: Istimewa
SALATIGA (KRjogja.com) - Pemkot Salatiga dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1431 H menyediakan dan membagikan bingkisan lebaran bagi 800 kaum dhuafa. Pembangian bingkisan ini akan dilakukan dua tahap, Senin (6/9) di Kecamatan Sidorejo dan Kecamatan Tingkir, kemudian Selasa (7/9) di depan halaman Kecamatan Sidomukti dan Kecamatan Argomulyo Salatiga.

Kabag Humas Pemkot Salatiga, Drs Valentino T Haribowo kepada Krjogja.com, Sabtu (4/9), mengatakan selain kaum dhuafa, bingkisan lebaran ini juga diberikan kepada sais dokar dan tukang becak di Salatiga.

“Anggaran untuk membeli bingkisan lebaran bagi 800 orang penerima, besarnya Rp 51 juta yang bersumber dari dana bantuan sosial,” ujar Valentino T Haribowo. (Sus)

Stadion Atletik 'Jakabaring' Termegah di Indonesia postheadericon

(Foto : koni-sumsel.blogspot.com)
PALEMBANG (Krjogja.com) - Stadion atletik yang sedang dibangun Provinsi Sumatera Selatan di Komplek Olahraga Jakabaring Palembang untuk perhelatan SEA Games XXVI tahun 2011 adalah yang termegah di Indonesia.

"Stadion atletik untuk pelaksanaan SEA Games XXVI tahun 2011 ini merupakan stadion khusus atletik pertama di Indonesia dan menjadi yang termegah di negara kita," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Sumsel Rizal Abdullah, di Palembang, Kamis (2/9).

Dia menerangkan, stadion termegah karena terdiri atas delapn lintasan lari sintetis dan enam lintasan khusus untuk pemanasan. "Umumnya stadion atletik tidak menyediakan stadion pemanasan, tapi di stadion yang sedang tahap pengerjaan ini akan disediakan enam lintasan pemanasan," ujar dia.

Untuk membangun venue atletik itu, kata dia, dibutuhkan dana sekitar Rp80 miliar. "Kontruksi bangunan akan menggunakan sistem `design and built`. Dimana, perencanaan dan pelaksanaan dilakukan secara Fast-Track," ucap dia.

Dia mengungkapkan, untuk lintasan sintetis menghabiskan biaya Rp30 miliar dan merupakan sumbangan dari PT Pertamina. "Kekurangan biayanya kemungkinan akan diambil dari sumbangan perusahaan migas di Sumsel," ungkap dia.

Menurut Rizal, stadion atletik Sumsel ini semakin istimewa karena dilengkapi Swiss Timing dari produk ternama Omega untuk pengukur catatan waktu pertandingan.

"Selama 25 kali pelaksanaan SEA Games belum pernah ada yang menggunakannya. Kita menjadi yang pertama, sehingga stadion ini sudah bisa dikatakan berstandar Olimpiade," kata dia.

Dia mengatakan, alat Swiss Timing ini nantinya juga dipasang di tiga venue, yakni stadion atletik, kolam renang dan lapangan tembak. "Untuk cabang lain mungkin akan kita sewa, namun untuk tiga venue itu kita pastikan akan dipasang secara permanen," ucap dia.

Stadion atletik yang pemancangan tiang pertamanya dilakukan 18 Agustus lalu, ditargetkan rampung pada Juni tahun 2011 sehingga dapat digunakan atlet Indonesia menjalani pemusatan latihan nasional jelang SEAG. (Ant/Ogi)