Rabu, 17 November 2010

Menkum dan HAM Setuju Koruptor Dimiskinkan postheadericon

Menkum dan HAM Setuju Koruptor Dimiskinkan Karikatur koruptor--KARYA SUSANTO/rj
JAKARTA--MICOM: Pemerintah segera melakukan pembahasan terkait wacana hukuman memiskinkan koruptor. Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar menyatakan, hukuman pemiskinan koruptor diberlakukan dapat memberi efek jera kepada para koruptor.

"Saya dari awal sama pikirannya, memang lebih baik dimiskinkan, karena korupsi berkaitan dengan harta. Saya sangat setuju. Biar kapok," tegasnya kepada wartawan dalam kegiatan pelepasan Tim Bantuan Korban Bencana Merapi di gedung Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Rabu (17/11).

Menurut Patrialis, sanksi pemiskinan itu dapat dilakukan melalui tuntutan jaksa dan vonis majelis hakim yang menangani perkara tersebut.

"Kita tidak hanya bicara Gayus, tetapi semua perkara korupsi sebaiknya putusannya memiskinkan yang bersangkutan. Untuk teknisnya melalui putusan hakim yang memutus berdasar tuntutan dari Kejaksaan. Kejaksaan bisa langsung. Bisa juga dari KPK atau Kepolisian. Karena hakim lebih tahu hartanya (koruptor) di mana," paparnya.

Harta yang disita adalah seluruh harta yang diperoleh dari tindak pidana korupsi. "Kalau memang itu harta negara, kita tidak punya alasan untut tidak mengambil harta itu. Semua harta yang berasal dari korupsi dikikis habis, diambil untuk negara," tegasnya. (OL-5)

Indonesia Serukan Perangi IUU Fishing postheadericon

PADANG--MICOM: Pemerintah RI mengajak negara-negara Asia Pasifik untuk  segera bersama-sama memerangi kegiatan Illegal, Unregulated and Unreported (IUU) Fishing atau penangkapan ikan secara ilegal, di luar aturan dan secara diam-diam.

"IUU Fishing merupakan tindakan kriminal lintas negara yang terorganisir dan secara jelas telah menyebabkan kerusakan serius bagi Indonesia dan negara-negara di kawasan Asia Pasifik lainnya," kata Kepala Pusat Data, Statistik, dan Informasi Soen'an H Poernomo dalam siaran

persnya, Rabu (17/11).

Menurut Soen'an H. Poernomo, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Fadel Muhammad, menyampaikan ajakan tersebut dalam Regional Coordination Meeting In Combating Illegal Fishing And The Promotion Of Maritime Economy di Phuket Thailand pada 15 November 2010.

Ajakan tersebut, katanya, penting diserukan karena penangkapan ikan secara ilegal menyebabkan kerugian ekonomi, sosial, dan ekologi, juga merupakan tindakan yang melemahkan kedaulatan wilayah suatu bangsa.

"IUU Fishing merupakan tindakan kriminal lintas negara yang terorganisir dan secara jelas telah menyebabkan kerusakan serius bagi Indonesia dan negara-negara di kawasan Asia Pasifik lainnya," katanya.

Masih mengutip Fadel, ia menyatakan,  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan terus memerangi dan menindak tegas pelaku IUU Fishing di wilayah kedaulatan Indonesia.

Salah satu upaya Indonesia dalam memerangi kegiatan IUU Fishing, itu adalah selain menangkap pelakunya, juga dengan menyiapkan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan dan optimal melalui konsep Minapolitan.    

Konsep Minapolitan itu disampaikan pula oleh Fadel di hadapan peserta delegasi negara-negara se Asia Pasifik. "Konsep Minapolitan yang telah dikembangkan KKP selama ini bertujuan agar produktivitas dan keunggulan komparatif yang berkelanjutan dapat meningkatkan industri perikanan," katanya. 

Dengan Minapolitan,  katanya, maka industri perikanan tangkap dikelola secara terpadu mulai dari pra penangkapan, penangkapan, pengolahan hingga pemasaran.   Kini Indonesia membuka peluang bagi para investor untuk berinvestasi di sektor kelautan dan perikanan khususnya di Indonesia Timur. 

Diharapkan kerja sama ekonomi dan investasi dari negara yang membutuhkan perikanan asal Indonesia dapat terfasilitasi sehingga IUU Fishing di dapat teratasi.  "Jika dikelola secara optimal maka potensi ekonomi maritim Indonesia dapat memberikan sumbangan yang besar bagi pendapatan nasional," katanya.

Namun demikian terbatasnya alokasi anggaran KKP dalam pembangunan industri perikanan yang terpadu dalam konsep Minapolitan tentunya membutuhkan peran serta swasta sehingga pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang optimal dan berkelanjutan dapat dicapai.

Dikatakan Soen'an , melalui dukungan dan peran swasta maka dipastikan sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak utama roda perekonomian nasional dapat dicapai bagi sebesar-besarnya kepentingan bangsa Indonesia. Di samping itu dengan melibatkan swasta, KKP juga telah melakukan pengembangan dan penguatan ekonomi untuk masyarakat terutama di wilayah perbatasan untuk mengurangi praktek-praktek IUU Fishing, kata dia.      

"Konsistensi KKP untuk memerangi IUU fishing dilakukan dengan cara penantaan log book kapal penangkap ikan melalui vessel monitoring system, catch sertification, port meassure system, dan lain-lain," katanya.  

Soen'an mengutip pernyataan Fadel yang menyebutkan bahwa  perairan Indonesia merupakan korban IUU Fishing terbesar dunia oleh kapal penangkap ikan dari sejumlah negara.  Terdapat sedikitnya 1.000 kapal asing terlibat dalam IUU Fishing di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia setiap tahun. 

"Perairan Natuna, Sulawesi Utara, dan Arafuru merupakan beberapa area perairan Indonesia di mana IUU Fishing sering terjadi," katanya.  IUU Fishing melemahkan pengelolaan sumber daya perikanan di perairan Indonesia, kata dia. (Ant/OL-2)

Buku Tentang Wanita Gemparkan Arab Saudi postheadericon

Buku Tentang Wanita Gemparkan Arab Saudi

ilustrasi
REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH--Sebuah buku tentang Wanita Muslim yang beredar di tengah masyarakat Arab Saudi menimbulkan kegemparan. Buku ini dicetak oleh Departemen Pendidikan Riyadh dan membicarakan hak wanita untuk berkiprah di berbagai sektor di Arab Saudi.

Mantan Menteri Pendidikan Arab Saudi, Mohammad ar-Rashid, penulis buku ini menekankan pentingnya peran wanita di berbagai sektor dan lapangan pekerjaan di negara ini. Sontak buku menuai reaksi keras khusunya dari kelompok Wahabi. Demikian dilaporkan Televisi al-Alam Rabu (17/11).

Ar-Rashid dalam bukunya mengkritik kebijakan anti peran wanita di berbagai sektor di Arab Saudi. Ia menandaskan, undang-undang yang melarang wanita berkarir termasuk mengemudikan kendaraan adalah bentuk pembatasan ilegal bagi kelompok wanita di tengah masyarakat. Sikap ar-Rashid ini mendapat penetangan keras dari tokoh dan kelompok Wahabi di Arab Saudi dan menyebutnya sebagai pembangkangan terhadap fatwa ulama serta mufti negara ini.
Red: irf
Sumber: Irib

Ditimpuki Telur dan Diejek Gambar Babi, Muslim Yunani Diganggu Saat Shalat Ied postheadericon

 
Ditimpuki Telur dan Diejek Gambar Babi, Muslim Yunani Diganggu Saat  Shalat Ied
Ilustrasi
REPUBLIKA.CO.ID,ATHENA--Puluhan aktivis ekstrem Kanan dan bergabung dengan segelintir penduduk setempat melemparkan telur dan mengejek ratusan imigran Muslim yang berkumpul untuk merayakan Idul Adha dikelilingi oleh pelindung penjagaan polisi anti huru-hara.

Yunani adalah salah satu pintu gerbang utama imigran yang ingin ke Uni Eropa dan memiliki komunitas Muslim yang terus tumbuh. Ketegangan antara penduduk lokal dan pendatang menghangat di beberapa daerah di Athena seperti di Attiki Square, tempat insiden terjadi, Selasa (16/11).

Komunitas Muslim di Athena tidak memiliki masjid resmi dan pada perayaan hari raya tertentu biasanya diadakan di pusat-pusat budaya atau balai masyarakat atau apartemen milik pribadi. Komunitas Muslim di negara yang mayoritas memeluk kristen ortodoks itu diperkirakan berjumlah satu juta orang.

Saat sekelompok Muslim melakukan shalat Ied, beberapa penduduk setempat meneriakkan kata-kata kotor dari balkon dan melambaikan bendera Yunani. Selebaran dengan gambar babi juga tersebar di seluruh alun-alun. "Ada sebuah masjid (tidak resmi) di dekat sini, tapi kami takut untuk pergi ke sana," kata Shamasul (30 tahun), imigran asal Bangladesh. Ia mengaku kadang-kadang orang Yunani di lingkungan ini mengancam untuk membunuh komunitas mereka.

Margarita Vassilatou, (56 tahun) warga Attiki yang tinggal selama lebih dari 35 tahun di tempat itu mengungkapkan kebenciannya terhadap imigran Muslim. Dia berencana pindah dari tempat tinggalnya sekarang karena takut dengan kehadiran para imigran. "Ini bukan hidup yang tenang, karena kita takut, kebanyakan dari mereka adalah penjahat, mereka membawa pisau dan obat-obat terlarang," tudingnya.

Selain itu terdapat juga kelompok Muslim lainya yang menggelar shalat Ied di dekat universitas Athena, sekitar 2.000 Muslim pria dan wanita berkumpul di depan universitas neo-klasik yang berhias patung Yunani kuno. Di masa lalu, upaya untuk membangun sebuah masjid di ibukota ditolak penduduk setempat dan beberapa pastor dari gereja ortodoks Yunani.

Namun, Uskup Agung Yunani saat ini mendukung pembangunan masjid dan pemerintah sosialis yang tengah berkuasa telah menyisihkan lahan dekat dengan pusat kota, meskipun pembangunan belum dimulai. Satu-satunya masjid di Yunani berada di wilayah timur laut Xanthi dekat perbatasan Turki, rumah bagi minoritas Muslim yang besar.
Red: Budi Raharjo
Rep: Wulan Tanjung Palupi

SBY Kurban 14 Sapi di Pacitan postheadericon

PACITAN (KRjogja.com) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta keluarganya menyumbangkan 14 ekor sapi kurban ke kampung halamannya di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Sebanyak 12 dari 14 ekor sapi itu telah didistribusikan ke-12 kecamatan di Kabupaten Pacitan.
Kakak sepupu Presiden SBY Soedjono mengatakan, sisanya dibagi masing-masing satu ekor diserahkan ke panitia kurban di pemkab serta satu ekor lagi atas nama Eddy Baskoro Yudhoyono disembelih di lingkungan rumah asal Presiden di Dukuh Blumbang, Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan. "Jumlah hewan kurban yang disumbangkan Presiden kali ini lebih banyak dibanding tahun lalu yang berjumah 12 ekor lembu dewasa," terang Soedjono di Pacitan, Rabu (17/11).
Tidak ada pesan khusus disertakan Presiden bersama penyerahan hewan kurban berupa 14 ekor sapi tersebut. Soedjono hanya mengatakan bahwa keluarga Presiden meminta agar hewan kurban tersebut dibagi rata ke 12 kecamatan, panitia kurban di tingkat kabupaten serta di lingkungan rumah masa kecil SBY.
"Hewan kurban sampai di Pacitan hari Minggu (15/11) dan langsung didistribusikan ke seluruh kecamatan. Sedangkan yang satu ekor sapi dari Eddy Baskoro disembelih di lingkungan sini," ujarnya.
Sementara itu, Kantor Kementarian Agama Pacitan masih mendata jumlah hewan kurban yang tersebar di seluruh penjuru wilayah tersebut. Namun berdasar data tahun-tahun sebelumnya, jumlah hewan kurban tahun 2009 cenderung meningkat dibanding tahun 2008.
Pada tahun 2009, jumlah hewan kurban tercatat sebanyak 6.597 ekor, terdiri atas 6.301 ekor kambing dan 296 ekor sapi. Jumlah tersebut naik dibanding jumlah hewan kurban tahun 2008 yang mencapai 6.533 ekor atau sebanyak 6.281 ekor kambing serta 252 ekor sapi.
"Sepertinya tahun ini juga meningkat. Tapi berapa jumlahnya, kami sekarang masih menunggu laporan dari daerah (kecamatan dan desa)," kata salah seorang petugas di Kementerian Agama Pacitan. (Ant/Van)

Praktek Gigolo Dibongkar Polisi postheadericon

SURABAYA (KRjogja.com) - Kepolisian Pelabuhan Tanjung Perak membongkar praktik prostitusi gigolo atau pria pekerja seks yang melibatkan anak laki-laki di bawah umur.

Seorang germo dan dua anak yang dijadikan pelayan bagi pelanggannya sudah diperiksa penyidik.

Mereka adalah AM (21), warga Semampir, sebagai germo, serta IWG (17) dan RST (18) sebagai gigolo.

"Status AM sudah kami tetapkan sebagai tersangka, sedangkan dua anak yang dijadikan alat untuk memuaskan tamunya sedang kami mintai keterangan," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Yuda Gustawan, Selasa (16/11) malam.

Kasus ini, kata dia, berbeda dengan kasus prostitusi pada umumnya. Jika biasanya yang menjadi anak buah germo adalah perempuan, maka kali ini anak buah adalah laki-laki.

IWG dan RST dijadikan anak buah tersangka sejak dua bulan lalu. Keduanya terperosok dan terjerumus oleh rayuan tersangka dengan iming-iming hasil menggiurkan.

Kedua anak buah tersebut masih tercatat sebagai siswa kelas XII di salah satu SMA di Surabaya. Mereka dipaksa melayani nafsu seks para pelanggan tersangka, baik yang terdiri dari tante-tante maupun om-om. AKBP Yuda menjelaskan, tersangka AM menjalankan aksinya dengan modal memasang iklan di salah satu koran lokal Surabaya.

Dengan berdalih menawarkan jasa pijat, pria yang memiliki dua nama samaran itu berhasil membujuk dua siswa untuk dijadikan anak buahnya.

"Setelah kedua siswa ini tertarik membaca iklan, mereka mendatangi tersangka. Namun ternyata kedua anak ini malah dibujuk untuk dijadikan gigolo. Untuk meyakinkannya, tersangka memberi penghasilan 50 persen untuk satu pelanggan," papar AKBP Yuda.

Pikiran yang labil membuat kedua siswa tersebut terpancing dan menerima tawaran. Dengan tarif Rp 200.000 hingga Rp 400.000 sekali main, hasilnya dibagi berdua dengan tersangka AM.

Beruntung polisi segera mengetahui adanya praktik melanggar hukum tersebut. Dengan modus berpura-pura sebagai pelanggan, polisi akhirnya berhasil meringkus AM di sebuah tempat di kawasan Jalan Ikan Duyung, Tanjung Perak.

"Untuk meyakinkan tersangka, kami membayarnya mahal, yakni sekitar Rp 800.000. Karena tergiur dengan uang itu, tersangka dapat kami ringkus setelah kami melakukan transaksi," tuturnya. (Ant/Yan)
 

Masjid Kagungan Dalem Bagikan Daging Buat Abdi Dalem postheadericon

Pemotongan hewan kurban di masjid Rotowijayan. (Foto: Deni H)
YOGYA (KRjogja.com) - Masjid Kagungan Dalem Rotowijayan Yogyakarta pagi ini melakukan penyembelihan tujuh ekor sapi dan 13 ekor kambing kurban. Daging kurban juga akan dibagikan kepada para abdi dalem Kraton Yogyakarta.

"Jatah untuk pada abdi dalem ada sekitar 230 bungkus daging kurban. Tiap tahun kami memang melakukan seperti itu. Sisanya dibagikan kepada warga sekitar, yakni 700 warga, dan juga pengungsi Merapi," ujar Kliwon Mangkuprayitno, sekretaris takmir masjid.

Ia menambahkan, Sultan Hamengku Buwono X atas nama pribadi / keluarga menyumbang satu ekor sapi dan satu ekor kambing di masjid ini. Sementara, kerabat keraton lain, yakni GKR Maduretno dan KGBH Hadiwinoto masing-masing juga menyumbang satu ekor sapi.

"Untuk sultan, beliau adalah penyumbang tetap disini, dari dulu. Minimal satu ekor kambing, beliau pasti menyumbang kesini. Selain disini, Ngarsa dalem juga menyumbang hewan kurban ke Masjid Gedhe Kauman dan Masjid Syuhada Kotabaru," terangnya.

Ia memperkirakan, masing-masing kantong bungkusan kurban akan berisi daging sebesar sekitar enam ons. Setelah dibagikan untuk warga dan abdi dalem, menurutnya daging akan disumbangkan ke para pengungsi Merapi di daerah Bantul.

" Bentuk sumbangan untuk para pengungsi bukan berupa daging mentah, namun sudah dimasak matang, ditambah nasi. Jadi bentuknya nasi bungkus, dengan lauk daging," imbuh Kliwon. (Den)

UGM Bangun 87 Rumah Sementara Korban Merapi postheadericon

YOGYA (KRjogja.com) - Universitas Gadjah Mada (UGM) membangun rumah hunian sementara untuk para korban bencana letusan Gunung Merapi yang rumahnya mengalami rusak parah yang rencananya akan dibangun di areal lahan Purwomartani, Sleman.

Arsitek UGM, Ikaputra mengungkapkan, rumah hunian menjadi solusi terdekat untuk mengatasi permasalahan tempat tinggal selama masa aktivitas Gunung Merapi belum berakhir. Dan, akan membangun 87 rumah terutama untuk pengungsi di dusun Kinahrejo.

"Lahan yang diperlukan untuk membangun hunian sementara ini seluas 1,5 hektar. Masing-masing kepala keluarga akan menempati lahan seluas 150 meter persegi. Model rumah yang akan dibangun adalah menggunakan bahan dasar kayu atau bambu, lengkap dengan lahan pekarangan untuk mendukung aktivitas peternakan dan pertanian," ujarnya.

Menurutnya, luas dari areal rumah sendiri adalah sekitar 18 meter persegi. Sisanya untuk kandang dan pekarangan, karena lebih dari setengah pengungsi memiliki ternak.

"Jadi mereka bisa tinggal sambil memberi makan sapinya dan menunggu rumah mereka dibangun kembali,” katanya.

Dia menjelaskan pembangunan rumah hunian ini menelan dana Rp783 juta untuk model rumah bambu dan Rp 1,56 Miliar untuk model rumah hunian kayu.

"Kita perkirakan untuk satu rumah dari bahan bambu memakan biaya Rp9 Juta, untuk rumah bahan kayu Rp18 juta. Pembangunan rumah hunian sementara ini tengah diusulkan ke pemerintah daerah dan pemerintah propinsi untuk ditindak lanjuti," imbuhnya. (Ran)

Petugas Temukan Cacing Hati Pada Hewan Kurban di Bantul postheadericon

BANTUL (KRjogja.com) - Petugas kesehatan hewan kurban di Kabupaten Bantul temukan kandungan cacing hati yang terdapat pada hewan kurban yang disembelih saat hari raya Idul Adha 1431 Hijriyah, Selasa (16/11). Kondisi hati yang telah terkandung cacing hati tersebut ditemukan di tempat penyembelihan di Dusun Priyan, Trirenggo, Bantul yang tengah di potong-potong panitia kurban setempat.
"Kami temukan cacing pada hati seekor sapi usai disembelih, bahkan kandungan penyakit tersebut telah menyerang hingga mencapai 75 persen," kata Kepala Seksi (Kasi) Pakan Ternak, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul, Sri Ida Sulistyowati di Bantul.
Menurut dia, pada kesempatan tersebut pihaknya memantau sebanyak delapan titik lokasi penyembelihan hewan kurban terutama di komplek masjid-masjid di Desa Trirenggo, Bantul yang menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban. Ia menyebutkan, beberapa lokasi penyembelihan hewan kurban yang sempat diperiksa pihaknya di antaranya di masjid di Dusun Niten, Priyan, Manding, Nogosari dan Pasutan serta Gandekan.
"Selain ditemukan adanya cacing hati, kami juga menemukan sejumlah benjolan lemak berlebih pada hati sapi di masjid Gandekan, sehingga dianjurkan untuk dibersihkan atau di keleti sebelum dimasak," katanya.
Lebih lanjut, ia menambahkan proses pemotongan daging pascapenyembelihan yang berada di masjid Gandekan itu dinilai kurang memenuhi standar kebersihan, karena ditaruh diatas tanah dengan alas yang tidak cukup lebar.
"Proses tersebut berpotensi menyebabkan daging tidak bersih akibat terkena tanah, seharusnya pemotongan dilakukan dengan menggunakan alas yang sesuai ukuran dan alangkah baiknya meski pakai alas ditaruh diatas lantai atau ubin," katanya.
Sri Ida mengatakan, tidak hanya itu seharusnya sesudah hewan kurban dipastikan mati kemudian hewan yang hendak dipotong diupayakan digantung guna menghindari terkena kotoran hewan, karena kotoran hewan yang keluar akan langsung jatuh.
"Kami menilai sebagian masyarakat belum sepenuhnya mengerti tentang prosedur tata cara penyembelihan dengan baik sesuai kesehatan, oleh sebab itu kami menghimbau agar daging kurban dicuci dan dipastikan bersih sebelum dimasak," katanya. (Ant/Van)

Pemkab Bantul Target Penuhi Permintaan Konsentrat 5 Ton Perhari postheadericon

BANTUL (KRjogja.com) - Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul akan meningkatkan produksi pakan konsentrat hingga mencapai lima ton per hari. Upaya tersebut sebagai wujud Pemkab Bantul dalam memenuhi permintaan pakan konsentrat dari Dinas Pertanian Propinsi DIY sebanyak lima ton per hari.
"Kami berupaya meningkatkan produksi pakan ternak konsentrat dari sebelumnya sebanyak tiga kuintal per hari menjadi ima ton per hari," kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul Edy Suhariyanta di Bantul, Rabu (17/11).
Edy mengatakan Bantul mengupayakan memenuhi permintaan konsentrat karena pakan konsentrat produksi di kabupaten ini berkualitas harga lebih rendah dari harga standar swasta.
"Kami mendapati produksi konsentrat di Kelompok Tani Makaryo di Bantul berkualitas, di sisi lain dalam pemeran Bantul Expo beberapa waktu lalu melalui kelompok tani konsentrat pernah ditawar Rp1.800 per kilogram lebih rendah Rp600 dari harga standar," katanya.
Ia mengatakan permintaan dari pemerintah provinsi tersebut terkait dengan kebutuhan pakan di Kabupaten Sleman sebagai akibat dari bencana letusan Gunung Merapi yang menumpahkan abu material vulkanik hingga radius 15 km.
"Bencana Gunung Merapi memang berdampak jangka panjang bagi sektor ketersediaan pakan ternak di Sleman, karena meski hijauan ada yang selamat namun tidak dapat difungsikan sebagai pakan ternak dengan baik, sehingga kebutuhan mengambil dari daerah lain khususnya di Bantul," katanya.
Ia mengatakan, pakan konsentrat merupakan pakan ternak penguat kaya karbohidrat dan protein seperti jagung, bekatul dan bungkil kelapa, pakan ini digunakan pada saat pertumbuhan pada domba dan sapi baik perah maupun potong.
"Kami akan mengupayakan guna memenuhi kebutuhan pakan konsentrat sesuai permintaan, meski belum diketahui kebutuhan pakan hingga kapan namun kami optimistis akan terpenuhi mengingat hijauan di daerah ini masih luas," katanya. (Ant/Van)

1.625 Pengungsi di Gunungkidul Pamit Pulang postheadericon

Pengungsi Merapi yang selama ini berada di Rest Area Bunder. (Foto :Dok)
WONOSARI (KRjogja.com) - Hasil pendataan sementara yang dilakukan Pemkab Gunungkidul, jumlah pengungsi yang pulang meninggalkan kabpaten ini hingga Rabu (17/11) sore mencapai 1.625 orang dari total pengungsi 11.714 orang. Dengan demikian, sore ini jumlah pengungsi yang masih tinggal di posko maupun rumah-rumah penduduk tinggal 10.089 orang.
“Jumlah pengungsi yang meninggalkan Gunungkidul ini terbanyak yang berada di Kecamatan Playen, Karangmojo dan Patuk. Meski sebagian pengungsi memilih pulang tetapi di Posko pengungsian utama rest area justru penghuninya bertambah,” ungkap Kabag Humas Pemkab Gunungkidul, Aziz Saleh di Wonosari.
Dari jumlah awal 655 orang yang berada di rest area, katanya, kini meningkat menjadi 747 orang. Julah tersebut sebagian besar merupakan pengungsi pindahan di Saptosari dan Panggang.
Terkait banyaknya pengungsi yang pulang, camat dan kepala desa diminta selalu melakukan pemantauan dan pendataan setiap dua hingga tiga jam sekali. Disamping mendata jumlah pengungsi yang meninggalkan posko maupun rumah penduduk juga disarankan untuk mencatat daerah tujuan pengungsi. “Hal ini penting agar kepindahan mereka tetap mendapat perhatian dari pemerintah,” tegasnya. (Bmp)

Tanpa Bantuan, Yogya Bisa Selesaikan Merapi postheadericon

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. (foto: Dok)
SLEMAN (KRjogja.com) - Gubernur DIY Sri Sultan HB X menegaskan, bencana yang melanda warga lereng Merapi hanya bersifat lokal. Sehingga, tanpa bantuan dari pemerintah pusat, masyarakat di DIY sebenarnya juga bisa menyelesaikannya.
Sultan menegaskan, yang harus dilakukan saat ini adalah memberikan harapan bagi para pengungsi untuk keberlangsungan hidup mereka kelak. "Yang penting ialah bagaimana kita memberikan semangat kepada mereka.  Tanpa bantuan pun, kita sendiri harus bisa menyelesaikannya," ungkapnya usai melaksanakan Shalat Ied di Stadion Maguwoharjo, Rabu (17/11).
Selain itu, bencana yang melanda warga lereng Merapi juga hanya bersifat lokal. Sehingga tidak perlu diusulkan sebagai bencana nasional. "Itu kan hanya Sleman saja. Kecuali kalau seluruh DIY terkena dampak yang signifikan. Makanya, kita sendiri harus bisa mengatasinya. Termasuk, bagaimana perekonomian mereka besok," imbuh Sultan.
Kendati demikian, Sultan juga mengucapkan terimakasih terkait bantuan yang sudah diberikan kepada para korban bencana erupsi Merapi.
Terkait dengan dana bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu sampai saat ini masih belum mengetahui. Dirinya mengaku, sepeserpun belum menerimanya kendati BNPB sudah berkantor 2 minggu lebih di Yogyakarta. "Kalau saya sama sekali belum tahu. Silahkan cek ke bendahara untuk memastikan," tandasnya. (Dhi)