Sabtu, 04 September 2010

TNI Kirim Pasukan ke Perbatasan Malaysia postheadericon

TNI Angkatan Darat saat berpatroli di perbatasan. Foto: TNI AD Militer
JAKARTA (KRjogja.com) - Sebanyak satu batalion 641 Singkawang berjumlah 700-1000 personel dikirm untuk mengamankan perbatasan Indonesia-Malaysia.

"Benar ada pengiriman pasukan ke perbatasan Indonesia-Malaysia,"kata Kepala Penerangan Daerah Militer XII Tanjung Pura, Letnan Kolonel Arm. Totok Suhartono, Sabtu, (4/9).

Menurutnya, pasukan tersebut akan ditempati di 31 pos di wilayah perbatasan di antaranya Entikiong, Kabupaten Sanggau, Tanjung Datuk, Badau, Sajingan, Bengkayang dan Sambas.

"Kami juga menempatkan pasukan di daerah lain yang menjadi perbatasan dengan Malaysia," pungkasnya.

Meski demikian Totok Suhartono mengatakan pengiriman pasukan ke perbatasan tidak ada hubungannya dengan ketegangan Indonesia dengan Malaysia belakangan ini.

"Pengiriman pasukan ini untuk menggantikan Bataliyon 642 Sintang yang sebelumnya sudah bertugas di sana dan sekarang digantikan dengan Bataliyon 641 Singkawang," kata Totok Suhartono.

Totok mengatakan, pengiriman pasukan tersebut dilakukan pada awal bulan September lalu. Namun ia tidak menjelaskan berapa lama pasukan tersebut akan ditempatkan. "Pasukan harus siap ditempatkan dimana saja, kapan saja dan taat kepada perintah," tegasnya lagi.

Sedangkan mengenai situasi di perbatasan Indonesia-Malaysia, ia mengaku sejauh ini masih dalam kondisi aman. "Tidak ada pembakaran bendera. Adem ayem saja,"pungkasnya lagi.
 
Seperti diketahui hubungan Indonesia dengan Malaysia kembali memanas menyusul ditangkapnya tiga petugas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan oleh polisi Diraja Malaysia beberapa waktu lalu.

Penangkapan ini kemudian memicu kemarahan masyarakat Indonesia. Sejumlah sikap anti-Malaysia kemudian dilakukan dengan menggelar aksi dan pembakaran bendera Malaysia. (Okz/Yan)

Penolakan Gedung Baru DPR Hanya Basa-Basi? postheadericon

Ilustrasi (doc)
JAKARTA (KRjogja.com) - Penolakan gedung baru yang dilakukan sejumlah fraksi diharapkan bukan basa-basi politik. Forum Pemerhati Parlemen Indonesia menegaskan anggota DPR jangan hanya bersuara tanpa tindakan pasti terkait rencana pembangunan tersebut.

"Saya harap penolakan itu bukan sebagian dari basa-basi politik dan saya menunggu kepastian sikap dari penolakan itu,"kata Koordinator Forum Pemerhati Parlemen Indoensia, Sebastian Salang, di Cikini, Sabtu (4/9).

Sebastian kembali mengatakan pembangunan tersebut harus ditinjau kembali, bahkan harus dibatalkan karena tidak ada korelasi yang jelas dan langsung antara pembangunan gedung dengan kinerja dewan.

"Korelasinya yang pasti adalah hanya ada dewan yang bermales-malesan dan berasyik ria di ruang kerjanya dan bukan meningkatkan kerja,"tukasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh anggota Fraksi PKB, Abdul Malik. Ia mengatakan pembangunan gedung rakyat itu tidak ada sosialisasinya. "Setahu saya tidak ada forum formal. Kalau dari fraksi saya sudah jelas untuk menolak pembangunan gedung itu. Karena gedung lama masih layak,"ujarnya.

Tidak hanya itu saja, ia juga menegaskan seharusnya yang lebih diutamakan adalah peningkatan produktivitas kinerja dibandingkan dengan pembangunan gedung baru. Sementara itu ditanya soal rencanan pembubaran Badan urusan Rumah Tangga (BURT), Abdul mengaku tidak menyetujuinya dengan alasan BURT merupakan alat kelengkapan DPR.

"Tetapi kalau dari 500 anggota menilai tidak ada relevansi pembangunan gedung dengan kinerja dewan, BURT jangan memaksakan diri,"pungkasnya. 
(Okz/Yan)

Restoran Bebek Goreng di Gamping Ludes Terbakar postheadericon

Seluruh bangunan restoran bebek goreng di Gamping ludes terbakar. Foto: Ardhi Wahdan
SLEMAN (KRjogja.com) - Sebuah restoran bebek goreng di Jalan Wates km 7 Balecatru Gamping Sleman, ludes dilalap si jago merah, Sabtu (4/9) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Saksi mata kejadian, yang merupakan salah satu karyawan retoran tersebut, Edi Handoko menuturkan, saat itu dirinya tengah berada di kamar mandi namun tiba-tiba muncul api dari ruang dapur restoran.  "Sebagian karyawan juga tengah bersiap-siap untuk membuka warung. Saya waktu itu sudah mencium bau asap dan saya lihat di dapur sudah muncul api," ungkapnya.

Dirinya beserta rekan-rekannya pun langsung berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, api justru semakin bertambah besar dan mereka pun lari menyelamatkan diri. "Tadi, kalau kami paksakan, mungkin kami bisa menjadi korban. Apinya sangat cepat menjalar seisi ruangan. Karena semua perabot serta atap restoran ini terbuat dari jerami yang sangat mudah terbakar," imbuh Edi.

Pemilik restoran, Pak Dargo pun terlihat shock saat tiba di lokasi. Pasalnya, hampir seluruh isi restoran tidak ada yang bisa diselamatkan kecuali beberapa meja dan kursi saja.

Empat mobil pemadam kebakaran dari Pemkot Yogyakarta dan Pemkab Sleman pun diterjunkan untuk memadamkan api. Namun, karena bangunan yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar, petugas pun tak bisa berbuat banyak.

Kapolsek Gamping, AKP Suwanto saat dikonfirmasi KRjogja.com membenarkan hal tersebut. Pihaknya masih belum memastikan penyebab kebakaran. "Masih kami selidiki. Dugaan sementara karena hubungan pendek arus listrik sehingga percikan api langsung menyambar seisi ruangan. Tetapi itu baru dugaan, kami masih belum berani menyimpulkan," tandasnya. (Dhi)

Plat Hitam Kuloprogo Boleh Angkut Penumpang postheadericon

KULONPROGO (KRjogja.com) - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulonprogo mengizinkan kepada mobil plat hitam menjalankan trayek angkutan di wilayah pelosok sepanjang tidak melalui trayek kendaraan umum berplat kuning. Keputusan ini diambil lantaran kendaraan plat hitang yang beroperasi hingga pelosok di wilayah ini masih minim.
Kepala Bidang Angkutan Terminal dan Perparkiran Dishubkominfo Kabupaten Kulon Progo, Suparlan mengatakan, di Jalur Dekso menuju Nglambun tidak ada mobil trayek umum yang beroperasi padahal warga sangat membutuhkan sarana angkutan, maka Dishubkominfo memutuskan memberi izin kepada mobil plat hitam beroperasi menjalani trayek jalur tersebut.
"Karena tidak adanya mobil plat kuning beroperasi terpaksa kami mengizinkan angkutan mobil plat hitam beroperasi karena pedagang-pedagang membutuhkan jasa angkutan. Pedagang berangkat dari rumah pukul 04.00 WIB, tentu trayek kendaraan umum tidak melayaninya," katanya di Wates, Jumat (3/9).
Ia mengatakan, kebijakan tersebut didasarkan kepada kebutuhan masyarakat bukan sekedar memberikan izin trayek untuk mobil plat hitam melainkan atas dasar perkembangan ekonomi masyarakat. "Kalau tidak ada angkutan mobil plat hitam, bagaimana dengan roda perekomian masyarakat yang tinggal di pelosok desa," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, Dishubkominfo akan memberikan sanksi kepada angkutan mobil plat hitam yang melewati jalur resmi yang ada izin trayeknya misalnya Wates menuju Kokap. "Sejauh dari pantuan kami, mobil plat hitam yang ada di terminal Wates untuk menjemput familinya yang datang pada pagi dan malam hari. Karena saat seperti itu angkutan umum masih jarang bahkan tidak beroperasi," katanya. (Ant/Van)

Jelang Lebaran, PLN Gunungkidul Tambah Petugas postheadericon

Foto: Istimewa
WONOSARI (KRjogja.com) - Guna mencukupi kebutuhan listrik menjelang lebaran, UPJ PLN Wonosari melakukan perbaikan jaringan dan penebangan pohon. PLN menjamin tidak akan terjadi pemadaman sejak H-7 hingga H+7. Bahkan petugas piket gangguan juga ditambah.

"Petugas sudah memperbaiki jaringan serta rabas-rabas pohon yang menggangu jaringan kabel. Sebab berdasarkan evaluasi, terjadinya pemadaman sekitar 80 persen akibat jaringan kabel putus tertimpa pohon," kata Manajer UPJ PLN Wonosari Bambang Eko Haryono ST MM, Sabtu (4/9).

Sementara penambahan petugas piket gangguan, dimaksudkan untuk memaksimalkan layanan kepada masyarakat. Jika sebelumnya 7 petugas akan ditambah dua kali lipat. Bahkan guna mengantisipasi hal  darurat, juga sudah disiapkan cadangan peralatan guna mengganti peralatan yang rusak. Artinya bila terjadi gangguan bisa langsung diatasi. Petugas yang berada di pos kecamatan juga dimaksimalkan, seperti di Kecamatan Karangmojo, petugas PLN yang berjaga juga menangani jaringan di Kecamatan Ponjong.

“Dengan daya yang cukup serta perbaikan jaringan diharapkan penyaluran air kepada masyarakat juga akan lancar. Sebab lebaran dipastikan jumlah pemudik cukup besar, sehingga baik penggunaan untuk listrik maupun pemanfaatan air juga akan semakin meningkat,” ujarnya.

Ditambahkan, PLN berupaya maksimal untuk mencukupi pasokan kebutuhan listrik. Seluruh petugas juga disiagakan penuh, termasuk di wilayah yang memiliki beban listrik tinggi. Dengan adanya persiapan yang baik, perbaikan jaringan, serta pemeliharaan peralatan, diharapkan layanan listrik bisa lancar. (R-2)

Antisipasi Macet, Polisi Aktifkan TOPAL postheadericon

Tower Pemantau Arus Lalu Lintas (Topal) mulai digunakan. Foto: Dian Ade P
BANTUL (KRjogja.com) - Sebagai langkah antisipasi agar tidak ada kemacetan, Satlantas Polres Bantul mulai mengefektikan Tower Pemantau Arus Lalu Lintas (Topal) untuk memantau lalu lalang kendaraan. Menurut Briptu Nanang Tri Yulianto, petugas di Pos Polisi Druwo, Topal akan digunakan dengan cara manual dan lampu traffic light dimatikan. Penggunaannya sendiri tergantung kondisi.

“Jika kondisi macet, petugas tingal naik ke tower dan memberikan arahan,” ujarnya Sabtu (4/9). Penggunaan Topal sendiri diutamakan jika dalam kondisi arus lalu lintas yang semwrawut, namun jika dalam kondisi yang masih bisa dikendalikan, petugas tetap berpegang pada traffic light.

Untuk arus pemudik sendiri, dikatakannya belum terlalu padat. “Masih normal, belum ada lonjakan berarti,” terang Nanang. Untuk kendaraan dari luar kota disebutnya baru ada 1-2 yang berasal dari plat luar kota. Itu pun masih berasal dari sekitaran Jakarta dan Jawa Barat. Diperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada H-3. (*-7)

6.000 Penumpang KA Dialihkan ke Bus postheadericon

Ilustrasi. (Foto : Dok)
YOGYA (KRjogja.com) - Sekitar 6.000 penumpang Kereta Api (KA) di wilayah Daops VI Yogyakakarta dipastikan tidak bisa terangkut dalam angkutan lebaran tahun ini. Untuk mengantisipasinya, PT KA (Persero) Daops VI Yogyakarta bersama dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) DIY mengambil langkah alternatif, yakni dengan mengalihkan penumpang kereta ke angkutan bus.
Deputi Executive Vice President PT KA (Persero) Daops VI Yogyakarta, Muhardono mengungkapkan, pihaknya bersama Dishubkominfo DIY telah melakukan koordinasi dengan organda, Damri dan pihak Kepolisian serta TNI untuk membantu mengangkut panumpang yang terbengkalai. Nantinya, pihaknya akan melibatkan operasional bus dan truck milik TNI dan Polri agar bisa digunakan penumpang terutama saat peak season atau masa puncak.
"Masa puncak tersebut diprediksikan terjadi pada 15-18 September, dimana kapasitas 200 armada KA milik Daops VI Yogyakarta dipastikan tidak bisa mengangkut seluruh penumpang. Diharapkan dengan dialihkan ke bus dan truck tersebut, tidak akan terjadi penumpukan penumpang di stasiun," ujarnya di stasiun Tugu, Jumat (3/9).
Meskipun demikian, pihaknya hingga kini mengaku masih menghadapi kendala dengan pihak organda untuk pengadaan bus. "Jadi mereka merasa keberatan dengan tarif yang kita patok untuk penumpang ekonomi. Sebab untuk tarif KA hanya sebesar Rp35 ribu saja, sedangkan tarif bus mencapai Rp 105 ribu. Inilah yang masih terus kita negosiasikan hingga kini," katanya.
Karena masih adanya kendala tersebut, saat ini angkutan alternatif yang bisa diandalkan adalah truck milik TNI dan Polri. "Penumpang yang telah memiliki tiket kereta ekonomi dan tidak bisa terangkut bisa menggunakan angkutan truck tersebut. Biaya operasional lainnya akan ditanggung sepenuhnya oleh PT KA (Persero). Jika tidak memungkinkan seluruhnya terangkut, maka diharapkan masyarakat bisa mengatur ulang jadwal mudik mereka diluar jadwal peak season," tuturnya.
Sementara itu, kepala Dishubkominfo DIY, Tjipto Haribowo membenarkan jika penumpang yang tidak terangkut kereta akan dilimpahkan ke angkutan bus. Namun diakui hal tersebut memang sulit untuk terealisasi dengan lancar.
"Meskipun biaya operasional untuk angkutan alternatif ini ditanggung oleh PT KA, namun ini akan sulit karena masalah perbedaan tarif yang cukup besar. Penumpang cenderung memilih kedatangan kereta berikutnya di stasiun. Karena itu kami berusaha maksimal agar penumpang bisa melakukan perjalanan mudik diluar masa puncak dengan terus memberikan himbauan untuk mengatur ulang jadwal keberangkatan," imbuhnya. (Ran)

Selama Arus Lebaran, PT KA Daops VI Tangkap 3 Calo postheadericon

Ilustrasi (doc)
YOGYA (KRjogja.com) - Sejak menjelang puasa hingga masa arus lebaran, PT Kereta Api (KA) Persero Daops VI Yogyakarta secara rutin melakukan pemeriksaan dan antisipasi keberadaan calo di stasiun. Dalam kurun
waktu tersebut berhasil ditangkap 3 orang calo yang mengedarkan tiket secara liar di wilayah stasiun Tugu Yogyakarta.

Deputi Ececutive Vice President PT KA Daops VI Yogyakarta, Muhardono mengungkapkan, pihaknya tidak akan memberikan celah sedikitpun untuk berkembangnya tindakan percaloan. Bahkan jika diketahui ada oknum PT
KA yang terlibat dalam kegiatan tersebut, maka tak akan segan untuk diberikan hukuman yang seberat-beratnya.

"Karena itu kami terus melakukan pemeriksaan rutin yang melibatkan aparat keamanan dan didapatkan 3 orang calo yang tertangkap. Mereka langsung kami serahkan pada pihak yang berwajib agar bisa diproses lebih lanjut. Untuk kedepan, kami menjamin praktek calo tidak akan ditemukan lagi selama masa lebaran ini," ujarnya di Yogyakarta, Sabtu (4/9).

Menurutnya, keberadaan calo jelas merugikan bagi berbagai pihak. "Selain merugikan konsumen karena menjual tiket dengan harga yang tidak wajar, calo juga menurunkan tingkat pelayanan PT KA di mata masyarakat. Sebab itulah kami benar-benar memberikan perhatian serius terhadap praktek calo ini. Bahkan bagi penumpang atau masyarakat yang
bisa membantu melaporkan keberadaan calo kepada kami, akan kami berikan penghargaan," katanya.

Sementara itu, kepala humas PT KA (Persero) Daops VI Yogyakarta, Eko Budiyanto menambahkan, PT KA Daops VI Yogyakarta tidak akan memberikan toleransi apapun bagi calo yang tertangkap. "Kalaupun memang ada dan
terbukti bersalah, maka akan dikenakan sanksi berdasarkan pasal 184 junto 208 UU Perkeretaapian No 23 tahun 2007. Hukumannya adalah kurungan penjara sampai 6 bulan," imbuhnya. (Ran)

Minggu, 29 Agustus 2010

Disbudpar Sleman Klasifikasi Desa Wisata postheadericon

Desa Wisata Pentingsari (Foto : Dok)
SLEMAN (KRjogja.com) - Dinas Kebudayan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman akan mengklasifikasi desa wisata yang ada untuk menumbuhkan persaingan sehat dan menggugah masyarakat setempat agar melayani pengunjung dengan baik.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Pemasaran Pariwisata Disbudpar Sleman, Shavitri Kumala Dewi. Dia mengatakan saat ini ada 32 desa wisata dan dari jumlah itu ada 10 desa wisata mandiri. Sedangkan klasifikasi ini akan rampung pada tahun 20111, namun saat ini menyusun studi teknis untuk melakukan assesment.

"Ke depan, akan kita klasifikasi layaknya label hotel berbintang. Kalau hotel itu ada yang bintang 1, kemudian bintang 2 dan seterusnya. Desa Wisata di Sleman juga akan kita buat seperti itu," katanya kepada KRjogja.com, Minggu (29/8).

Dia menjelaskan dengan klasifikasi, pengunjung akan mengetahui fasilitas yang akan dinikmati dan masyarakat setempat akan memberi pelayanan maksimal agar tidak bosan. Meskipun akan dikelola masyarakat, namun pemkab akan tetap memberi pendampingan termasuk promosi sehingga bisa menjadi desa wisata mandiri. (Dhi)

Dishubkominfo Siapkan Jalur Alternatif postheadericon

Ilustrasi (Foto : Dok)
KULON PROGO (KRjogja) -  Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta mempersiapkan lima jalur alternatif untuk mengantisipasi kemacetan kendaraan arus mudik maupun arus balik selama Lebaran 1431 Hijriah.

Kabid Pengendalian dan Operasi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kulon Progo Sudarmaji Minggu (29/8) mengatakan pemetaan jalur rawan macet juga sekaligus untuk membuat jalur alternatif selama arus mudik dan arus balik Lebaran sehingga para penguna jalan tidak terjebak dalam kemacetan dan perjalanan menjadi lancar.

"Kondisi jalan hingga saat ini sebagian besar siap dilalui kendaraan pemudik, namun terdapat sejumlah titik rawan macet seperti di sepanjang jalan perbatansan Purworejo-Kulon Progo, Demen, Toyan, dan Sentolo untuk itu kami menembuat lima jalur alternatif dan dua jalan alternatif dalam kota," kata Sudarmaji, di Wates.

Jalur alternatif tersebut, kata dia yakni pertama, dari Temon menuju Yoyan, dilanjutkan kearah Cangkaran, melalui Galur menuju Kabupaten Bantul, jalur alternatif kedua yakni dari arah Cangkaran menuju Kenteng Nganggrung melalui Sentolo dan menuju Yogykarta, jalur alternatif ketiga yakni jalan Jangkaran Glagah melalui Karang Wuni menuju Brosot melalaui jambatan Srandakan menuju Kabupaten Bantul.

Jalur alternatif keempat yang telah disiapkan Dishubkominfo yakni dari Ngeplang Sentolo menuju Kenteng Nanggulan menuju Dekso Kalibawang dan menuju Muntilan dan Magelang, dan jalur alternatif kelima yakni dari Ngeplang Sentolo menuju Kenteng Nanggulan melalui jalan Godean menuju Yogyakarta. Sementara jalur alternatif dalam kota yakni pertama, dari Wates menuju Pengasih melalui Kaliagung menuju Sentolo, dan jalur alternatif kedua yakni Wates menuju Pengasih melalui Pusat Penyelamatan Satwa Yogyakarta menuju Nanggulan.

"Setelah kami melakukan pemantaun kesiapan sarana-prasaran jalan, untuk jalur alternatif di Kabupaten Kulon Progo sudah kondusif dan sudah siap dilalui untuk arus mudik dan arus balik nanti," katanya. (Ant/Tom)

Diperketat, Pemeriksaan Kelengkapan Bus postheadericon

WONOSARI (KRjogja.com) - Para pemilik bus, sopir dan crew diseyogyakan mengkompliti kelengkapan armada bus bagi yang belum komplit. Sebab, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta, akan memperketat pengawasan dan pemeriksaan kelengkapan armada bus angkutan mudik Lebaran 2010.

Kepala Bidang Transportasi Darat Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Gunung Kidul, Syamsudin, di Wonosari, Minggu (29/8), mengatakan pemeriksaan dan pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang diakibatkan kurang lengkapnya fasilitas armada, misal lampu, rem, klakson, tabung pemadam kebakaran dan martil pemukul kaca ketika sedang terjadi kondisi darurat.
"Kami tidak mau kecolongan yang dikarenakan unsur keteledoran dari pengusaha jasa angkutan Lebaran 2010 yang dapat berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas dan membahayakan keamanan penumpang," katanya.

Menurut dia dari hasil pemeriksaan ditemukan sejumlah armada yang kondisi pendukung kendaraan masih di bawah standar aman.
"Aramada bus yang akan digunakan sebagai angkutan lebaran masih banyak ditemukan lampunya kurang terang, rem depan blong serta klakson yang kurang keras serta fasilitas pemadam kebakaran dan kondisi darurat masih belum tersedia," katanya.

Dari temuan tersebut, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) memberikan teguran peringatan dan catatan secara tertulis yang disampaikan kepada supir untuk diteruskan kepada pemilik jasa angkutan untuk segera melengkapi sarana aramada, katanya.
Dia mengatakan akan melakukan tindakan secara tegas apabila pada arus mudik mendatang masih ditemukan armada yang tidak mengindahkan peringatan Dishubkominfo dengan melengkapi fasilitas tanggap darurat.

"Kami akan terus melakukan langkah sosialisasi kepada kru bus atau pemilik jasa angkutan agar bersedia memasang perlengakapan tanggap darurat dengan tujuan keamanan pemudik dapat terjaga," katanya.
Selain pemeriksaan untuk armada bus, Dia mengatakan juga melakukan pemeriksaan kepada alat transportasi medis yang akan disediakan dan dipakai sebagai angkutan pertolongan pertama pada kecelakaan yang berada di setiap Puskesmas.

"Alat transportasi pendukung arus mudik, misal ambulans juga kami lakukan pemeriksaan agar kendaraan dalam kondisi prima ketika digunakan di pos-pos penjagaan pengamanan jalur mudik Lebaran 2010," katanya. (Ant/Mdk)

Pasar Imogiri Bakal Jadi Wisata Batik postheadericon

Ilustrasi (Foto : Dok)
YOGYA (KRjogja.com) - Pasar Imogiri  Bantul akan disiapkan menjadi Pasar Wisata Batik. Selain merupakan sambungan dari museum lingkungan Imogiri, pasar ini difungsikan pula
untuk mengembalikan pasar di Bantul sebagai tempat untuk menjual batik dari para pengrajin batik didaerah tersebut.

"Pada zaman dulu, pasar-pasar di Bantul memang banyak digunakan sebagai sentra industri batik. Inilah yang akan kita kembangkan lagi saat ini dan program ini menjadi model untuk
mengembalikan batik di pasar karena keberadaan pasar wisata batik untuk mempertahankan batik ini sangat mendesak," ujar Ketua Umum Paguyuban Batik Indonesia Sekar Jagad, Larasati Suliantoro Sulaiman di Yogyakarta, Minggu (29/8).

Menurutnya, setelah terjadi gempa di Bantul, Pasar Imogiri yang hancur sempat direnovasi oleh Bupati Bantul pada masa itu. Pasar Imogiri dibuat lebih modern meskipun tetap dengan konsep tradisional dengan nama Pasar Imogiri baru. Dan, disana digunakan sebagai salah satu sentra wista bati.

"Namun sampai sekarang saya belum berani melaunchingnya, karena belum ada yang mau menjadi
penanggungjawab. Padahal sebenarnya kalau pengrajin batiknya sudah banyak yang bersedia,'' katanya.

Dia menambahkan, pada beberapa waktu lalu mudah  mencari batik tulis di pasar Bantul seperti Pasar Gumulon, Pasar Simboyan hingga Pasar Mangiran dan lainnya.

"Namun lama-lama batik tulis di pasar tersebut hilang dan berganti dengan batik printing. Kini makin sulit untuk mencari batik tulis disana," imbuhnya. (Ran)